Laporkan Masalah

TINGKAT KEPUASAN WISATAWAN WALKING TOUR TERHADAP KARAKTERISTIK KERUANGAN KOTAGEDE

Astry Putri Dayanda Anabokay, Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M. Arch., Ph.D.

2026 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Walking tour semakin diminati sebagai aktivitas wisata yang menawarkan pengalaman berkelanjutan, edukatif, dan bermakna. Kotagede sebagai kawasan heritage unggulan di Yogyakarta kerap menjadi tujuan walking tour, namun masih terdapat hambatan fisik yang berpotensi menurunkan kualitas pengalaman pengunjung. Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kekuatan nilai sejarah dan budaya kawasan dengan kualitas ruang yang mendukung aktivitas wisata berbasis pejalan kaki. Ketidaksesuaian tersebut berpotensi memengaruhi bagaimana wisatawan merasakan dan menilai pengalaman ruang selama walking tour, sehingga aspek kepuasan menjadi indikator penting dalam mengevaluasi kualitas spasial kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan wisatawan terhadap aspek keruangan walking tour dengan merujuk pada lima elemen citra kota menurut Kevin Lynch.

Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method melalui observasi lapangan untuk mengidentifikasi karakteristik spasial pada rute walking tour, serta kuesioner skala Likert dan pertanyaan terbuka untuk memahami evaluasi wisatawan terhadap elemen paths, nodes, edges, landmarks, dan districts. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan kondisi spasial aktual dengan persepsi wisatawan sebagai dasar penilaian pengalaman ruang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa districts menjadi elemen yang paling memengaruhi kepuasan wisatawan melalui kekuatan identitas kawasan, suasana ruang, dan sense of place, diikuti oleh landmarks dan nodes yang berperan dalam membangun memorabilitas serta ruang interaksi. Sebaliknya, paths dan edges memperoleh tingkat kepuasan terendah akibat kualitas jalur pedestrian yang kurang optimal, konflik dengan aktivitas parkir dan pedagang, serta menurunnya keterbacaan ruang pada area komersial. Variasi kepuasan antarpenyelenggara walking tour menunjukkan bahwa perbedaan kualitas rute dan pengelolaan elemen keruangan turut membentuk pengalaman wisatawan.

Temuan ini menegaskan bahwa kualitas pengalaman walking tour di Kotagede tidak ditentukan oleh satu elemen keruangan secara terpisah, melainkan oleh keselarasan konfigurasi antarelemen spasial. Peningkatan kualitas jalur pejalan kaki, penataan edge pada area komersial, serta penguatan orientasi visual melalui landmark dan node menjadi kunci pengembangan walking tour yang lebih nyaman, terbaca, dan berkelanjutan di kawasan heritage Kotagede.

Walking tours are increasingly popular as a form of tourism that offers sustainable, educational, and meaningful experiences. Kotagede, as a prominent heritage area in Yogyakarta, is frequently selected as a walking tour destination; however, various physical constraints remain that may reduce the quality of visitor experiences. This condition indicates a mismatch between the strong historical and cultural values of the area and the spatial quality supporting pedestrian-based tourism activities. Such a mismatch may influence how tourists perceive and evaluate their spatial experiences during walking tours, making visitor satisfaction a key indicator in assessing the spatial quality of the area. This study aims to analyze tourist satisfaction with the spatial aspects of walking tours by referring to the five elements of city image proposed by Kevin Lynch.

 

This research employs a mixed-method approach, combining field observations to identify spatial characteristics along walking tour routes with Likert-scale questionnaires and open-ended questions to capture tourists’ evaluations of paths, nodes, edges, landmarks, and districts. The analysis integrates actual spatial conditions with visitor perceptions as the basis for assessing spatial experiences.

 

The results indicate that districts are the most influential element in shaping tourist satisfaction, supported by strong area identity, spatial atmosphere, and sense of place, followed by landmarks and nodes that contribute to spatial memorability and opportunities for interaction. In contrast, paths and edges receive the lowest satisfaction ratings due to suboptimal pedestrian infrastructure, conflicts with parking and street vending activities, and reduced spatial legibility in commercial areas. Variations in satisfaction levels among walking tour operators further suggest that differences in route quality and spatial management significantly shape tourist experiences.

 

These findings confirm that the quality of walking tour experiences in Kotagede is not determined by individual spatial elements in isolation, but by the coherence of their overall spatial configuration. Improving pedestrian pathways, reorganizing edges within commercial areas, and strengthening visual orientation through landmarks and nodes are therefore essential strategies for developing more comfortable, legible, and sustainable heritage walking tours in Kotagede.

Kata Kunci : Aspek Keruangan, Walking tour, Kotagede, Kepuasan Wisatawan

  1. S2-2026-526901-abstract.pdf  
  2. S2-2026-526901-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-526901-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-526901-title.pdf