Pengaruh Praktik Environmental, Social, and Governance-washing (ESG-washing) terhadap Kinerja Keuangan dengan Karakteristik Chief Executive Officer (CEO) sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Perusahaan Nonkeuangan Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2023)
Wendi, Ratna Nurhayati, S.E., M.Com., Ak., CA., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Penelitian ini bertujuan
untuk menguji pengaruh praktik environmental, social, and governance-washing
(ESG-washing) terhadap kinerja keuangan perusahaan nonkeuangan di
Indonesia serta menguji peran moderasi karakteristik chief executive officer
(CEO), yaitu usia dan latar belakang pendidikan. Penelitian menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan data panel perusahaan nonkeuangan yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2023. ESG-washing diukur
menggunakan metode peer-relative dengan membandingkan skor pengungkapan
ESG Bloomberg dan skor kinerja ESG Refinitiv. Kinerja keuangan diproksikan
dengan return on assets (ROA) satu periode ke depan.
Pengujian dilakukan
menggunakan regresi data panel dengan memasukkan variabel interaksi untuk
menguji efek moderasi karakteristik CEO serta variabel kontrol berupa ukuran
perusahaan, leverage, dan tipe industri. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa ESG-washing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja
keuangan perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketidaksesuaian antara
klaim ESG dan kinerja aktual meningkatkan risiko reputasi dan menurunkan
kepercayaan investor. Selain itu, latar belakang pendidikan CEO terbukti mampu
memperlemah dampak negatif ESG-washing terhadap kinerja keuangan,
sedangkan usia CEO tidak menunjukkan peran moderasi yang signifikan. Penelitian
ini memberikan implikasi bagi manajemen dan regulator untuk mendorong praktik
ESG yang substantif dan kredibel di Indonesia.
This study aims to examine the effect of environmental,
social, and governance-washing (ESG-washing) on the financial performance of
non-financial companies in Indonesia and to investigate the moderating role of
chief executive officer (CEO) characteristics, specifically age and educational background. The study
employed a quantitative approach using panel data from
non-financial firms listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2021–2023
period. ESG washing was measured using a peer-relative method by
comparing Bloomberg ESG disclosure scores with Refinitiv ESG performance
scores. Financial performance was proxied by one-period-ahead return on assets
(ROA).
Data analysis was conducted using panel data regression,
incorporating interaction terms to test the moderating effects of CEO
characteristics, along with control variables including firm size, leverage,
and industry type. The findings indicate that ESG-washing has a negative and
statistically significant effect on corporate financial performance. This
result suggests that inconsistencies between ESG claims and actual performance
increase reputational risk and reduce investor confidence. Furthermore, the CEO’s
educational background is found to weaken the negative impact of ESG-washing on
financial performance, whereas the CEO’s age does not exhibit a significant
moderating effect. The study provides implications for corporate management and
regulators to promote more substantive and credible ESG practices in Indonesia.
Kata Kunci : ESG-washing, kinerja keuangan, karakteristik CEO, teori legitimasi, upper echelons theory, perusahaan nonkeuangan Indonesia