PENDEKATAN QUALITYPRENEUR PADA SERTIFIKASI HALAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELI KONSUMEN PRODUKMAKANAN RINGAN IKONIK DI MALIOBORO
Didi Manarul Hadi, Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan qualitypreneur
dalam sertifikasi halal serta perannya dalam meningkatkan minat beli konsumen
pada UMKM produk makanan ringan ikonik di kawasan Malioboro. Penelitian
menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Data
dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pelaku UMKM dan konsumen,
kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk
menggambarkan kecenderungan penerapan qualitypreneur, persepsi terhadap
sertifikasi halal, dan minat beli konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penerapan pendekatan qualitypreneur yang mencakup
pengetahuan kewirausahaan, kepuasan pelanggan, personifikasi layanan, strategi
pelayanan, dan perbaikan sistem berada pada kategori tinggi dan konsisten.
Sertifikasi halal dipersepsikan konsumen sebagai jaminan kualitas, kebersihan,
dan keamanan produk, sehingga berperan penting dalam membentuk minat beli.
Minat beli konsumen tercermin melalui ketertarikan membeli, preferensi terhadap
produk bersertifikat halal, niat membeli ulang, serta kesediaan
merekomendasikan produk. Dapat disimpulkan bahwa integrasi sertifikasi halal
dalam kerangka qualitypreneur berkontribusi
positif terhadap peningkatan minat beli konsumen dan mendukung keberlanjutan
UMKM di kawasan wisata Malioboro.
This study aims to examine the implementation of the qualitypreneur approach in halal certification and its role in enhancing consumer purchase intention toward iconic snack food MSMEs in the Malioboro area. A descriptive quantitative approach with a survey method was employed. Data were collected through questionnaires distributed to MSME actors and consumers, and analyzed using descriptive quantitative analysis to describe trends in qualitypreneur implementation, perceptions of halal certification, and consumer purchase intention. The results indicate that the implementation of the qualitypreneur approach—covering entrepreneurial knowledge, customer satisfaction, service personalization, service strategy, and system improvement—was consistently rated at a high level. Halal certification is perceived by consumers as a guarantee of product quality, hygiene, and safety, thereby playing an important role in shaping purchase intention. Consumer purchase intention is reflected in initial interest, preference for halal-certified products, repurchase intention, and willingness to recommend. Thus, the integration of halal certification within the qualitypreneur framework contributes positively to increasing consumer purchase intention and supports the sustainability of MSMEs in the Malioboro tourism area.
Kata Kunci : Malioboro, Minat beli, Qualitypreneur, Sertifikasi halal, UMKM