Strategi Penerapan Manajemen Mutu untuk Meningkatkan Kinerja Unit Pengolahan Ikan Secara Berkelanjutan di Indonesia
HERU SUSENO, Prof. Suadi, S.Pi, M.Agr.Sc., Ph.D.; Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P.; Prof. Dr. Ir. Rustadi, M.Sc.
2026 | Disertasi | S3 Ilmu Pertanian
Produk perikanan berkontribusi besar bagi Indonesia, sebagai sumber makanan yang berprotein tinggi dan sumber pendapatan. Sifat khas produk perikanan adalah mudah rusak, sehingga bila tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan keracunan dan membahayakan. Penerapan manajemen mutu tidak hanya menjamin keamanan pangan produk perikanan tetapi juga memberikan kinerja berkelanjutan pada Unit Pengolahan Ikan (UPI). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji maturitas manajemen mutu dan kinerja berkelanjutan UPI, mengkaji pengaruh manajemen mutu, sertifikasi, dan dampak fasilitasi usaha terhadap kinerja UPI, dan merumuskan strategi penerapan manajemen mutu untuk meningkatkan kinerja UPI.
Data diperoleh melalui survei kepada 130 UPI bersertifikat SNI dari seluruh Indonesia. Sebanyak 102 UPI mengisi kuesioner. Di samping itu, sebanyak 13 pakar di bidang pembinaan mutu hasil perikanan menjadi informan kunci dalam wawancara mendalam. Data dianalisis dengan metode mengombinasikan uji Kruskal-Wallis, PLS-SEM, dan metode Delphi dan menggunakan aplikasi SPSS dan SmartPLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa maturitas manajemen mutu sangat baik dan kinerja UPI bersertifikat baik. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan nyata baik maturitas manajemen mutu maupun kinerja UPI karena skala usaha. Hal ini membuktikan bahwa sertifikasi SNI berhasil menghilangkan kesenjangan baik maturitas manajemen mutu maupun kinerja UPI akibat perbedaan skala usaha. Berdasarkan usia sertifikasi, tidak semua menunjukkan beda nyata kecuali identitas organisasi, analisis dan evaluasi, kepuasan pelanggan, kinerja sosial, dan kinerja keuangan. Penerapan manajemen mutu secara nyata berpengaruh pada kinerja UPI. Sertifikasi juga merupakan pemediasi (mediator) yang melengkapi hubungan antara penerapan manajemen mutu dan kinerja UPI. Fasilitasi usaha tidak berpengaruh secara nyata terhadap kinerja UPI. Untuk meningkatkan kinerja UPI, direkomendasikan kepada pemerintah untuk memfasilitasi kemudahan perizinan berusaha dan sosialisasi/edukasi kepada masyarakat, kemudian penyediaan bahan baku pengolahan, inovasi teknologi pengolahan ikan, pelatihan dan pendampingan, pembinaan teknis dan manajemen, bantuan pengujian dan sertifikasi, serta pemasaran dan promosi produk UPI.
The study aims to examine the maturity of quality management and sustainable performance of Fish Processing Unit (UPI), the effect of quality management, certification, and the impact of business facilitation on the performance, and formulate a strategy for implementing quality management to improve the UPI's performance.
Data was acquired by surveying from 102 of 130 UPIs in Indonesia. In addition, the 13 experts of fish product development became key informants in in-depth interviews. Data was analysed by combining the Kruskal-Wallis test, PLS-SEM, and Delphi method, using SPSS and SmartPLS application.
The results show that the quality management maturity and the performance of UPI are very good. The results show that there is no significant difference in either the maturity of quality management or the performance of UPI due to the organization size. This proves that the certification has succeeded in eliminating the gap in both quality management maturity and UPI performance due to differences in business scale. Based on the age of certification, there are no significant differences except for organizational identity, analysis and evaluation, customer satisfaction, social performance, and financial performance. The implementation of quality management has a significant effect on UPI's performance. The certification is also a complementary mediator between the implementation of quality management and performance. Meanwhile, business facilitation has no significant effect on UPI's performance. In order to enhance UPI's performance, the government should facilitate in licensing and socialization/education, then raw material provision, processing innovation, coaching, testing and certification assistance, as well as marketing and promotional activities
Kata Kunci : maturitas manajemen mutu, kinerja berkelanjutan, unit pengolahan ikan (UPI), sertifikasi, dukungan pemerintah