Pengembangan dan Evaluasi Properti Psikometrik Situational Judgment Test dengan Diagnostic Classification Model: Implementasi pada Pengukuran Kepribadian Five Factor Model
Medianta Tarigan, Rahmat Hidayat, Agung Santoso
2026 | Disertasi | S3 Psikologi
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi suatu sistem pengukuran kepribadian berbasis SJT dengan menggunakan Diagnostic Classification Model, melalui rangkaian studi yang saling terintegrasi. Pendekatan ini diarahkan untuk memahami bagaimana struktur kepribadian termanifestasi dalam perilaku situasional serta bagaimana keputusan konseptual dan metodologis pada setiap tahap pengembangan memengaruhi kualitas pengukuran yang dihasilkan. Pada tahap awal, struktur atribut kepribadian dirumuskan berdasarkan FFM melalui penyusunan Q-Matrix sebagai hipotesis struktural awal. Q-Matrix dikembangkan dengan menggunakan kombinasi dua dimensi kepribadian yang dipilih berdasarkan pertimbangan teoretis dan stabilitas empiris, guna menjaga interpretabilitas atribut dalam kerangka DCM. Berdasarkan Q-Matrix tersebut, instrumen SJT dikembangkan dengan menjadikan pemetaan atribut sebagai design constraint dalam perancangan skenario dan alternatif respons. Tahap ini sekaligus digunakan untuk mengkaji implikasi konseptual dan metodologis dari pemetaan atribut terhadap kejelasan konstruk, daya diskriminasi item, serta potensi bias desain. Selanjutnya, asumsi struktural Q-Matrix diverifikasi secara empiris melalui analisis diagnostik menggunakan DCM, khususnya model G-DINA, untuk mengevaluasi struktur internal, kualitas diagnostik item, reliabilitas klasifikasi, serta variasi pola klasifikasi atribut. Hasil analisis menunjukkan kecocokan model yang memadai, proporsi item dengan kualitas diagnostik yang baik, serta reliabilitas klasifikasi yang tinggi, meskipun variasi performa antar item mengindikasikan bahwa struktur Q-Matrix bersifat iteratif dan dapat disempurnakan. Sebagai tahap lanjutan, bukti validitas berdasarkan relasi dengan variabel lain dievaluasi melalui Canonical Correlation Analysis antara hasil klasifikasi diagnostik SJT berbasis DCM dan inventori kepribadian konvensional NEO-PI. Analisis ini menghasilkan hubungan kanonik pada tingkat sedang (?0,35–0,37), yang mencerminkan keterkaitan konstruk yang bermakna tanpa menunjukkan redundansi pengukuran antar metode. Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi dengan membangun dan menguji suatu sistem pengukuran kepribadian yang terintegrasi, di mana perumusan Q-Matrix, pengembangan item SJT, analisis diagnostik berbasis DCM, dan evaluasi relasi dengan variabel lain diposisikan sebagai rangkaian yang saling memengaruhi. Pendekatan ini menawarkan kerangka konseptual dan metodologis untuk memahami kepribadian sebagai konfigurasi atribut laten dalam konteks situasional, serta menyediakan dasar evaluasi psikometrik yang lebih reflektif terhadap kompleksitas perilaku manusia.
This study aims to develop and evaluate an integrated personality assessment system based on a SJT using a Diagnostic Classification Model. The research is conducted through a series of interrelated studies designed to examine how personality structure manifests in situational behavior and how conceptual and methodological decisions at each stage influence measurement quality. In the initial stage, the structure of personality attributes is formulated based on the FFM through the construction of a Q-matrix as an initial structural hypothesis. The Q-matrix is developed using combinations of two personality dimensions (dyadic traits), selected based on theoretical relevance and empirical stability, in order to preserve attribute interpretability within the DCM framework. Based on this Q-matrix, the SJT instrument is developed by treating the attribute mapping as a design constraint in the construction of scenarios and response options. This stage also examines the conceptual and methodological implications of attribute mapping for construct clarity, item discriminability, and potential sources of design bias. Subsequently, the structural assumptions embedded in the Q-matrix are empirically examined through diagnostic analysis using DCM, specifically the G-DINA model, to evaluate internal structure, item-level diagnostic quality, classification reliability, and variability in attribute classification patterns. The results indicate adequate model fit, a substantial proportion of items with satisfactory diagnostic quality, and high classification reliability. Nevertheless, variability in item performance suggests that the Q-matrix structure is inherently iterative and open to refinement. As a further step, evidence of validity based on relations with other variables is examined using Canonical Correlation Analysis (CCA) between the DCM-based SJT classification results and a conventional personality inventory (NEO-PI). The analysis yields moderate canonical associations (?0.35–0.37), indicating meaningful construct overlap without evidence of measurement redundancy across methods. Overall, this study contributes by developing and empirically testing an integrated personality measurement system in which Q-matrix specification, SJT item development, DCM-based diagnostic analysis, and evaluation of external relations are treated as mutually informative components. This approach offers a conceptual and methodological framework for understanding personality as a configuration of latent attributes expressed in situational contexts and provides a more reflective basis for psychometric evaluation aligned with the complexity of human behavior.
Kata Kunci : Situational Judgement Test, Diagnostic Classification Model, G-DINA, Big Five