Laporkan Masalah

KELAYAKAN FINANSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA AGROFORESTRI SERAIWANGI DI PERUM PERHUTANI KPH BOGOR

Satrian Nur Alam, Prof. Dr. Ir. Budiadi, S.Hut., M.Agr.Sc., IPU.; Prof. Dr. Ir. Wahyu Andayani, M.S

2026 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Penelitian ini menganalisis kelayakan finansial dan strategi pengembangan agroforestri Seraiwangi di bawah tegakan Jati Plus Perhutani, KPH Bogor. Program Agroforestri Herbal Mandiri (AHM) hadir untuk mengoptimalkan lahan dan meningkatkan pendapatan jangka pendek pasca kebijakan KHDPK. Melalui studi kasus kuantitatif, hasil penelitian menunjukkan kelayakan tinggi: NPV Rp 159.098.715, IRR 38,50%, BCR 2,01, dan PP 2,7 tahun. Analisis sensitivitas menunjukkan fluktuasi harga pasar memengaruhi viabilitas usaha. Analisis SWOT menyarankan strategi W-O: memperkuat modal melalui kemitraan, modernisasi penyulingan, serta penguatan pemasaran digital dan sertifikasi untuk mengatasi kelemahan internal sekaligus memanfaatkan peluang eksternal yang ada.

This study analyzes the financial feasibility and development strategies for Citronella agroforestry under Jati Plus Perhutani stands at KPH Bogor. The Independent Herbal Agroforestry (AHM) program optimizes land and boosts short-term income following the KHDPK policy. Using a quantitative case study, results indicate high feasibility: NPV of IDR 159,098,715, IRR 38.50%, BCR 2.01 and a 2.7-year payback period. Sensitivity analysis shows market price fluctuations impact viability. A SWOT analysis suggests a W-O strategy: strengthening capital via partnerships, modernizing distillation, and enhancing digital marketing and certifications to overcome internal weaknesses and leverage external opportunities.

Kata Kunci : Agroforestri Seraiwangi, Kelayakan Finansial, Anilisis SWOT, Perum Perhutani

  1. S2-2026-526202-abstract.pdf  
  2. S2-2026-526202-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-526202-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-526202-title.pdf