ASPEK KETENAGAKERJAAN DALAM PENGUSAHAAN HUTAN TANAMAN INDUSTRI ( Studi Kasus Unit VI Lubuk Guci, Pendopo, HTI PT. Musi Hutan Persada, Palembang, Sumatera Selatan)
KRISTIN RAHAYU, Ir. H. Siswantoyo Dipodiningrat, M.S.
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANAdanya pengusahaan hutan tanaman industri (HTI) diharapkan tidak hanya menunjang kebutuhan kayu dan kebutuhan lahan yang semakin meningkat seiring dengan menurunnya potensi hutan alam (hutan produksi tetap ), namun juga diharapkan mcnyediakan 1apangan kerja dan kesempatan berusaha yang lebih luas dengan adanya kegiatan-kegiatan yang ada di HTI. Penelitian ini bertujuan pertama untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja ditinjau dari aspek ketenagakerjaan fungsional, yang mencakup kegiatan : perencanaan, pemanenan, persemaian, penanaman, pemeliharaan tanaman dan perlindungan hutan sehingga dapat diketahui penman atau keberadaan HTI PT. MHP dalam mnyediakan lapangan kerja dan memperluas kesempatan kerja. Dalam penelitian ini perhitungan kebutuhan tenaga kerja didekati dengan perhitungan prestasi kerja rata-rata dari data skunder yang ada tanpa menggunakan metode time study karena penelitian yang dilakukan ini bersifat makro. Dimana prestasi kerja ditentukan unutk kegiatan fungsional HTI secara keseluruhan dari perencanaan sampai perlindungan hutan. Tidak dihitung per jenis kegiatan atau elemen-elemen suatu kegiatan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan pen,bagian kerja secara fungsional sebcsar : kegiat;x,1 perencanaan taua.ga kerj2.i tetap 20 orang dan tidak tetap 52 orang, penebangan tenaga kerja tetap 5 orang dan tidak tetap 98 orang, persemaian tenaga kerja tetap 7 orang dan tidak tetap 376 orang, penanaman tenaga kerja tetap 7 orang dan tidak tetap 326 orang, pemeliharaan tanan1an tenaga kerja tetapa 7 orang dan tidak tetap 1216 orang serta kegiatan perlindungan hutan adalah seluruh karyawan (staff) yanng ada di unit VI Lubuk Guci, Pendopo PT. MHP berjumlah 4360 orang. Untuk pengadaan tenaga kerja telah disusun melalui analisis jabatan, metode perekruitan sampai proses seleksi/pemilihan tenaga kerja. Demikian juga pengembangan tenaga ke1janya sampai pemberhentian tenaga kerja telah diatur tersendiri dalam peraturan perusahaan HTI PT. MHP. Adanya organisasi dan ketenagakerjaan yang harmonis dan efisien telah menempatkan HTI PT. MHP berhasil mencapai tujuan pengusahaan HTI yang diharapkan.
Kata Kunci : HTJ, prestasi kerja, kebutuhan tenaga kerja