Laporkan Masalah

Analisis Perbandingan Praktik CSR Bank Syariah dan Bank Konvensional di Tingkat Global: Pendekatan Logika Institusional Ganda

Roiyan Ali Kurniawan, Aprilia Beta Suandi, Dr., S.E., M.Ec.; Slamet Sugiri, Prof., Dr., M.B.A.

2026 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi utama program Corporate Social Responsibility (CSR) bank syariah dan bank konvensional dalam merefleksikan dominasi logika komersial dan logika sosial, mengidentifikasi arah dan pola strategi CSR, serta mengkaji perbedaan pola pelaporan CSR kedua jenis bank pada tingkat global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif komparatif dengan metode content analysis terhadap laporan CSR 100 bank di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah pada periode 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara logika komersial dan logika sosial dalam CSR perbankan tidak bersifat linear, melainkan membentuk konfigurasi institusional hibrida dengan pola yang berbeda antara bank syariah dan bank konvensional. Bank konvensional cenderung lebih konsisten menjadikan CSR sebagai bagian dari strategi bisnis, terutama pada dimensi lingkungan, produk, pelanggan, karyawan, tempat kerja, dan CSR umum, sementara pada dimensi komunitas penekanan pada logika sosial lebih menonjol. Bank syariah, di sisi lain, memperlihatkan pola CSR yang lebih terfragmentasi dan kontekstual. Pada dimensi komunitas, logika sosial menjadi logika yang dominan. Pada dimensi lingkungan dan energi serta CSR umum, bank syariah menampilkan spektrum logika yang lebih lebar, dengan dominasi logika komersial yang tetap disertai proporsi signifikan logika sosial dan ganda. Dimensi produk dan layanan menunjukkan kombinasi kuat antara logika komersial dan logika ganda yang merefleksikan identitas kelembagaan bank syariah. Sebaliknya, pada dimensi pelanggan, karyawan, dan tempat kerja, tekanan kompetitif mendorong dominasi logika komersial yang dalam beberapa kasus melampaui bank konvensional. Bank syariah juga menunjukkan proporsi ketiadaan program CSR yang relatif lebih tinggi dibandingkan bank konvensional pada hampir seluruh dimensi utama, kecuali pada dimensi produk dan layanan. Dalam hal orientasi strategis, bank konvensional lebih banyak berada pada tahap strategis–proaktif, sedangkan bank syariah berada pada tahap responsif–strategis dengan tingkat integrasi yang lebih berlapis. Perbedaan ini tercermin pula pada pola pelaporan CSR, di mana bank konvensional lebih terstandarisasi dan mapan, sementara bank syariah menunjukkan variasi yang lebih besar.

This study examines the core dimensions of Corporate Social Responsibility (CSR) programmes in Islamic and conventional banks at the global level. Specifically, it analyses the dominance of commercial and social logics, identifies CSR strategic patterns, and compares CSR reporting practices between the two bank types. Employing a comparative qualitative approach, this study conducted a content analysis of CSR reports from 100 banks operating in the Asia–Pacific and Middle East regions during 2023. The findings demonstrate that the interaction between commercial and social logics in banking CSR is not linear but instead forms hybrid institutional configurations that vary across bank types. Conventional banks tend to integrate CSR more consistently into their business strategies, particularly in environmental, product, customer, employee, workplace, and general CSR dimensions, while social logic is more salient in community-related activities. Islamic banks, by contrast, display a more fragmented and context-dependent CSR pattern. Social logic dominates the community dimension, whereas environmental, energy, and general CSR dimensions reveal a broader mix of logics in which commercial logic remains prevalent alongside social and hybrid logic. The product and service dimension reflects a strong alignment between commercial and hybrid logics expressing the institutional identity of Islamic banks. Conversely, in customer, employee, and workplace dimensions, competitive pressures intensify the dominance of commercial logic, in some cases exceeding that of conventional banks. Islamic banks also show a higher incidence of CSR non-engagement across most dimensions, except for product and services. Strategically, conventional banks are more often positioned at a proactive stage, whereas Islamic banks tend to adopt a responsive strategic orientation. These differences are mirrored in CSR reporting practices, with conventional banks exhibiting greater standardisation and maturity, and Islamic banks showing wider variation.

Kata Kunci : CSR, bank syariah, bank konvensional, logika komersial, logika sosial, pelaporan CSR

  1. S2-2026-546673-abstract.pdf  
  2. S2-2026-546673-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-546673-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-546673-title.pdf