Laporkan Masalah

PENGARUH PIJAT OKSITOSIN DAN DZIKIR TERHADAP PROSES LAKTASI PADA IBU NIFAS : Studi Eksperimen Kecukupan Produksi ASI

TITIN SETIYANI, Diah Wulandari; Ekawaty Lutfia Haksari

2026 | Tesis | MAGISTER KEBIDANAN

Masalah produksi dan kecukupan Air Susu Ibu (ASI) pada masa nifas awal masih menjadi tantangan dalam pelayanan kebidanan dan berkontribusi terhadap rendahnya cakupan ASI eksklusif. Intervensi nonfarmakologis yang mengintegrasikan pendekatan fisiologis dan psikologis, seperti pijat oksitosin dan dzikir, berpotensi meningkatkan proses laktasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat oksitosin dan dzikir terhadap proses laktasi pada ibu nifas.

Penelitian quasi-experiment dengan desain pretest-posttest control group ini dilakukan di fasilitas kesehatan Kabupaten Sleman, DIY. Subjek penelitian yaitu ibu nifas pada hari ke-4 hingga hari ke-10 dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan (kombinasi pijat oksitosin dan dzikir) dan kelompok kontrol (pijat oksitosin saja) dengan jumlah sampel 34 orang. Kriteria inklusi meliputi ibu berusia 20–40 tahun tanpa komplikasi obstetrik yang menghambat menyusui, bersedia menjadi responden, serta memiliki bayi cukup bulan yang mampu menyusu langsung. Kriteria eksklusi meliputi ibu dengan komplikasi nifas, gangguan payudara, atau bayi dengan kondisi patologis. Kecukupan produksi ASI diukur menggunakan instrument kecukupan ASI Breastfeeding Assessment Tool (BAT) Parents’ Version. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney.

Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 20–35 tahun (77,5%), berstatus ibu rumah tangga (79,4%), primipara (76,5%), bergizi normal (76,5%), dan seluruhnya melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) 100%. Terdapat peningkatan signifikan rerata skor kecukupan ASI pada kelompok intervensi setelah pemberian pijat oksitosin dan dzikir (p = 0,001), sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna (p = 0,096). Perbandingan pascaintervensi menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p = 0,001).

Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi pijat oksitosin dan dzikir efektif meningkatkan proses laktasi pada ibu nifas. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari pelayanan kebidanan komplementer berbasis komunitas.



Problems related to breast milk production and adequacy in the early postpartum period remain a challenge in midwifery services and contribute to low rates of exclusive breastfeeding. Non-pharmacological interventions integrating physiological and psychological approaches, such as oxytocin massage and dhikr, have the potential to enhance the lactation process. This study aimed to analyze the effect of oxytocin massage combined with dhikr on lactation among postpartum mothers.

This quasi-experimental study employed a pretest–posttest control group design and was conducted in health facilities in Sleman Regency, Yogyakarta Special Region. The participants were postpartum mothers on days 4–10, divided into an intervention group (oxytocin massage combined with dhikr) and a control group (oxytocin massage only), with a total sample of 34 respondents. Inclusion criteria were mothers aged 20–40 years without obstetric complications affecting breastfeeding, willing to participate, and having full-term infants able to breastfeed directly. Exclusion criteria included postpartum complications, breast disorders, or infants with pathological conditions. Breast milk adequacy was measured using the Breastfeeding Assessment Tool (BAT) Parents’ Version. Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann–Whitney tests.

The results showed that most respondents were aged 20–35 years (77.5%), housewives (79.4%), primiparous (76.5%), had normal nutritional status (76.5%), and all performed early initiation of breastfeeding (100%). A significant increase in mean breast milk adequacy scores was observed in the intervention group after oxytocin massage and dhikr (p = 0.001), while no significant change was found in the control group (p = 0.096). Post-intervention comparison revealed a significant difference between the intervention and control groups (p = 0.001).

This study demonstrates that the combination of oxytocin massage and dhikr is effective in improving lactation among postpartum mothers. This intervention may be recommended as part of community-based complementary midwifery care.


Kata Kunci : Laktasi, Masa Nifas, Pijat Oksitosin, Dzikir, Terapi Komplementer, Pelayanan Kebidanan

  1. S2-2026-530336-abstract.pdf  
  2. S2-2026-530336-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-530336-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-530336-title.pdf