Peran Pelopor Lokal Pariwisata Pada Peningkatan Kapabilitas Komunitas River Tubing Pusur Adventure, Klaten
Ilham Akbar Maharddhika, Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A., M.Phil.; Drs. Hendrie Adji Kusworo, M.Sc., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata
Sungai Pusur di Klaten, Jawa Tengah, sempat mengalami degradasi lingkungan dan memicu wabah demam berdarah pada tahun 2013. Kondisi ini mendorong munculnya inisiatif lokal untuk membentuk komunitas peduli sungai yang bertujuan untuk memulihkan ekosistem sungai pusur. Seiring berjalannya waktu, komunitas ini tidak hanya bergerak untuk menjaga kelestarian sungai namun juga mengelola wisata river tubing.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pelopor Lokal Pariwisata (Local Champions) dalam implementasi Pariwisata Berbasis Komunitas (Community-Based Tourism/CBT) serta dampaknya dalam peningkatan kapabilitas komunitas River Tubing Pusur Adventure (RTPA) di Desa Wangen, Klaten, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data kualitatif, dimana data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam.
Hasil temuan menunjukkan bahwa RTPA bertransformasi dari gerakan konservasi sungai pasca wabah demam berdarah menjadi model institusi pariwisata yang mandiri. Analisis tingkat dominasi prinsip CBT mengidentifikasi bahwa partisipasi, transparansi, dan distribusi manfaat berada pada kategori “sangat dominan,” sementara peningkatan kapabilitas organisasi dinilai “kurang dominan.” Hasil temuan juga menunjukkan bahwa peran pelopor lokal pariwisata di RTPA bersifat dinamis. Pada fase pra-pendirian, pelopor lokal pariwisata berperan sebagai pembangun kesadaran dan agen perubahan perilaku yang memobilisasi modal sosial untuk aksi kolektif. Peran ini bertransformasi pada fase pendirian menjadi fasilitator organisasi, pentransfer pengetahuan, dan menjadi mediator antar pihak yang menjembatani RTPA dengan pihak luar. Pada fase perkembangan, peran ini berubah menjadi pihak yang melakukan manajeen konflik, membangun kapabilitas generasi muda, mengatasi tantangan, dan juga memperbarui tata kelola.
Pusur River in Klaten, Central Java, has experienced environmental degradation which triggered an outbreak of dengue fever in 2013. This situation motivated a local initiative to form a river conservation community, which aims to restore the Pusur River ecosystem. As time went on, this community not only worked to preserve the river but also managed a river tubing tourism business.
This research aims to analyze the role of local champions in the implementation of Community-Based Tourism (CBT) and its impact in strengthening the institutional capability of the River Tubing Pusur Adventure (RTPA) community in Wangen Village, Klaten, Central Java. This research utilised qualitative data collection methods, data were collected through literature review, observation, documentation, and in-depth interviews.
The findings show that RTPA successfully transformed a river conservation movement following the dengue fever outbreak into a self-reliant tourism institution model. The dominance analysis of CBT principle identified that participation, transparency, and benefit sharing are “very dominant,” while organizational capability strengthening is considered “less dominant.” The findings also show that the role of local champions in RTPA is dynamic. In the preliminary phase, local champions play role as awarness builders and agents of behavioural change which mobilise social capital for collective action. This role transformed in the establishment phase becoming organisational facilitators, knowledge transfer agents, and mediator between parties that connect RTPA with external parties. In the development phase, this role changed into manager of conflict, building the capabilities of younger generation, addressing challanges, and also renewing governance.
Kata Kunci : Pariwisata Berbasis Komunitas, Pelopor Lokal Pariwisata, Kapabilitas Institusi