Laporkan Masalah

Kajian pedagang kakilima di wilayah Kampus UGM Yogyakarta

Purwaningsih, Drs. Alip Sontosudarmo, M.S.; Sudrajat, S.Si., M.Si.

2006 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Perluasan kesempatan kerja dan ketidakmampuan dunia kerja dalam menyerap tenaga kerja memicu pertumbuhan sektor informal di perkotaan, salah satunya pedagang kaki lima. Perkembangan pedagang kaki lima yang cukup pesat disatu sisi dapat mengatasi masalah ketenagakerjaan. Namun disisi lain menimbulkan masalah tata ruang diperkotaan. Pertumbuhan jumlah pedagang kaki lima sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek, Berdasar hal tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan: (1) mengkaji ciri ekonomi, demografi dan sosial pedagang kaki lima, perijinan dan alasan memilih lokasi sebagai tempat usaha (2) mengkaji jaringan sosial yang dibentuk pedagang kaki lima, (3) mengetahui hubungan antara variable: jenis dagangan, curahan jam kerja, penggunaan tenaga kerja, lama masa kerja dan modal operasional dengan besarnya pendapatan pedagang kaki lima. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, di wilayah kampus UGM, Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan tertentu. Populasinya adalah semua pedagang kaki lima yang jenis dagangan berupa makanan dan non makanan. Sampel yang diambil 25% (71 sampel) karena sifatnya homogen. Pemilihan responden dilakukan secara purposive random sampling (sampel acak, berimbang) Data diambil dengan metode wawancara menggunakan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis dekriptif dengan tabel frekuensi dan tabel silang. Untuk memperkuat hasil analisis maka dilakukan uji statistik dengan chi square dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciri pedagang kaki lima di wilayah kampus UGM adalah sebagai berikut; ciri ekonomi: usaha milik sendiri, pekerjaan utama, alasan usaha menguntungkan, lama masa kerja lebih dari 8 tahun, tenaga kerja rata-rata 2 orang, modal awal kurang dari 2 juta dan modal operasional lebih dari 90 ribu rupiah, jam kerja per minggu lebih dari 35 jam, rata-rata pendapatan lebih dari 480 per minggu; Ciri demografi: umur produktif, dominan laki-laki dan berstatus kawin; Ciri sosial pendidikan rata-rata SLTP, dominan pendatang dan tempat tinggal yang ditempati berstatus milik sendiri, sebagian besar pedagang kaki lima memiliki ijin berjualan yang sifatnya informal, lokasi kampus UGM dipilih dengan alasaan letaknya strategis dan potensi pembeli cukup besar. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa jaringan sosial yang dibentuk pedagang kaki lima berperan penting dalam upaya mempertahankan kelansungan usaha di wilayah kampus UGM. Dari hasil analisis diketahui ternyata tidak ditemukan adanya perbedaan yang berarti besar pendapatan yang diterima pedagang kaki lima berdasarkan jenis dagangan. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa besarnya pendapatan mempunyai hubungan positif dengan variabel curahan jam kerja, jumlah tenaga kerja, lama masa kerja dan besar modal operasional.

Extension Opportunity occupation and disability working of world in permeating labour the informal sector growth in urban, one of them street vendors. Growth of street vendors which fast enough one side can overcome the employment problems. But on the other side generating the problem of urban planology. Growth of amount of street vendors very influenced by various aspect. Based on that mentioned reason, a research with purposes to: (1) studying economic characteristic, demography and social of street vendors, licensing and the reason chosen location as place (2) studying social network formed by a street vendors, (3) knowing corelation between variable: kind of goods type, working hours, labor usage, bussines experience and operational capital with the level income of street vendors This research is used survey method, in campus UGM region, location was choice by purposive sampling with the certain consideration. Its population is all street vendors which is kind of goods type form of food and non food. Sample taken by 25% (71 sample) because homogeneous in character. Respondent election by proportional random sampling. Data taked with interview method to use the questionaire. Technique Analysis is used descriptive analysis with crosstab and frequency tables. To strengthen result of analysis is used a statistical test by chi square and product moment correlation. The result of research indicate that the characteristic of street vendors in campus UGM region as follows; economic characteristic: own trade, main occupation, profitable, working period more than 8 year, mean labour 2 people, capital of early less than 2 million rupiah and operational capital more than 90 thousand rupiah, working hours every week, more than 35 hours, mean income more than 480 thousand rupiah every week. The demography characteristic: productivity age, most of male and marriage status. Social characteristic: primary high school graduates, dominant migrant and has own living settlement; mostly street vendors have the permission to sell commodities which informal, location of campus UGM selected because of the situation is strategic and consumer potency. This research also indicated that social network which formed by street vendors playing important role in the effort to depending of trade in campus UGM region. From the result of analyse known the reality is not found the existence difference meaning between income of street vendors with kind of goods. Result also indicated that the income have positively correlation with the variable of working hours, bussines experience, amount of labour, and the operational capital

Kata Kunci : pedagang kaki lima, jaringan sosial, pendapatan, wilayah kampus UGM,street vendors, social network, income, campus UGM of region

  1. S1-2006-161400-abstract.pdf  
  2. S1-2006-161400-bibliography.pdf  
  3. S1-2006-161400-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2006-161400-title.pdf