Laporkan Masalah

REGENERASI WARISAN BUDAYA SEBAGAI STRATEGI KEBERLANJUTAN: STUDI KASUS PADA TIGA KAMPUNG WISATA BATIK

Laila Miftahul Khoir, Rocky Adiguna, S.E., M.Sc., Ph.D.

2026 | Tesis | S2 Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi krisis regenerasi pada komunitas batik tradisional di tengah tantangan modernitas dan perubahan orientasi nilai generasi muda. Mengambil lokasi di tiga kampung wisata batik dengan karakteristik unik, Giriloyo (tradisi kuat), Jarum (inovasi produk), dan Kauman (aristokrasi budaya). Penelitian ini berfokus pada tiga tujuan utama, yaitu mengidentifikasi faktor penghambat minat generasi muda, menganalisis dinamika mekanisme transmisi budaya, serta mengevaluasi strategi keberlanjutan yang diterapkan oleh para pemangku kepentingan (stakeholders).  Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dan analisis tematik menggunakan NVivo, penelitian ini membedah fenomena melalui teori Cultural Sustainability, Social Capital, dan Cultural Transmission. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rendahnya minat generasi muda terhadap keberlanjutan batik bukan sekadar masalah pergeseran selera, melainkan dampak sistemik dari realitas ekonomi di mana imbal hasil batik tulis dianggap tidak kompetitif dibandingkan sektor modern. Jalur transmisi budaya tradisional di lingkungan keluarga (vertikal) mengalami pelemahan, sementara peran institusi komunitas dan ruang digital (jalur oblique dan horizontal) menjadi krusial sebagai katup penyangga regenerasi. Hasil analisis juga mengungkapkan adanya ketidaksesuaian strategis (strategic mismatch), di mana intervensi pemangku kepentingan lebih dominan pada penyediaan infrastruktur fisik daripada pembangunan identitas sosial profesi perajin yang relevan bagi generasi digital. Sebagai rekomendasi, penelitian ini mendorong reorientasi strategi menuju penciptaan nilai budaya kolaboratif (cultural value co-creation) yang mengintegrasikan penguatan kapasitas ekonomi dengan narasi karier yang prestisius guna memastikan keberlanjutan warisan budaya batik secara jangka panjang.

Kata Kunci : Regenerasi Batik, Keberlanjutan Budaya, Modal Sosial, Transmisi Budaya, Kampung Wisata Batik.

This research explores the crisis of cultural regeneration within traditional batik communities amidst the challenges of modernity and the shifting value orientations of the younger generation. The study focuses on three batik tourism villages, each possessing unique characteristics: Giriloyo (strong traditional roots), Jarum (product innovation), and Kauman (cultural aristocracy). It aims to achieve three primary objectives: identifying factors hindering youth interest, analyzing the dynamics of cultural transmission mechanisms, and evaluating the effectiveness of sustainability strategies implemented by stakeholders. Utilizing a qualitative case study approach with thematic analysis supported by NVivo software, this research examines the phenomenon through the lenses of Cultural Sustainability, Social Capital Theory, and Cultural Transmission. The findings reveal that the waning interest among the youth is not merely a matter of shifting preferences but a systemic impact of economic realities, where the financial returns from hand-drawn batik (batik tulis) are perceived as non-competitive compared to modern sectors. Traditional cultural transmission pathways within the family (vertical) are weakening, while the roles of community institutions and digital spaces (oblique and horizontal pathways) have become crucial as safety valves for regeneration. The analysis further highlights a strategic mismatch, where stakeholder interventions are predominantly focused on physical infrastructure rather than building a social identity for the artisan profession that resonates with the digital generation. Consequently, this research advocates for a strategic reorientation toward cultural value co-creation. This approach integrates economic capacity building with prestigious career narratives to ensure the long-term sustainability of batik as a cultural heritage.

Keywords : Batik Regeneration, Cultural Sustainability, Social Capital, Cultural Transmission, Batik Tourism Village

Kata Kunci : Regenerasi Batik, Keberlanjutan Budaya, Modal Sosial, Transmisi Budaya, Kampung Wisata Batik

  1. S2-2026-546232-abstract.pdf  
  2. S2-2026-546232-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-546232-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-546232-title.pdf