Analisa persbaran tekanan penduduk menurut luasan erosi di kawasan rawan bencana kabupaten Banjarnegara
Prasetya Adhie Nugraha, Drs. R. Rijanta, M.Sc.; Dr. Lutfi Muta'ali, M.T,
2006 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHDaerah penelitian merupakan kawasan rawan bencana di Kabupaten Banjarnegara. Daerah ini meliputi 3 kecamatan, yaitu Kalibening, Wanayasa dan Batur. Di wilayah ini terdapat 49 desa. Rata-rata tingkat pertumbuhan penduduknya yaitu 1,393, dengan kepadatan penduduk sebesar 512 jiwa/km². Bencana yang sering terjadi di sana. adalah tanah longsor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun alternatif pengembangan di Kawasan Rawan Bencana. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskripsi dengan menghitung tingkat tekanan penduduk dan tingkat luasan erosi. Dari kedua data dibuat tabulasi silang untuk menyusun tipe-tipe desa yang terdapat di Kawasan Rawan Bencana. Metode statistik non parametrik Chi-Square digunakan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara tingkat luasan erosi dengan tingkat tekanan penduduk, korelasi antara tingkat kepadatan populasi agraris, korelasi antara tingkat luasan erosi dengan pola tanam dan korelasi antara tingkat tekanan penduduk dengan pola tanam. Dari hasil penelitian diketahui tekanan penduduk di Kawasan Rawan Bencana adalah 1,907. Dari perhitungan dengan Chi Square diketahui tidak ada korelasi antara tingkat luasan erosi dengan tingkat tekanan penduduk, begitu pula dengan tingkat kepadatan penduduk agraris dan tingkat tekanan penduduk. Sebaliknya antara tingkat luasan erosi dengan pola tanam diketahui adanya korelasi, begitu pula antara tingkat tekanan penduduk dengan pola tanam juga ada korelasi di antara keduanya. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa alternatif pengembangan di Kawasan Rawan Bencana dikaitkan dengan usaha untuk memperkecil nilai tekanan penduduk dan usaha untuk melakukan konservasi serta rehabilitasi lahan. Memperkecil nilai tekanan penduduk dilakukan dengan cara mengubah faktor demografi, pertanian dan non pertanian. Luasan erosi digunakan untuk menentukan prioritas dalam melakukan konservasi dan rehabilitasi lahan
The research location is Disaster-Vulnerable Area at Banjarnegara Regency. This region consists of 3 districts, those are: Kalibening, Wanayasa and Batur. There are 49 villages in this region. The average population growth il 1.393 with population density of 512 people/km². Disaster that often occur is soil slide off. The objective of this research is to arrange the development alternative at Disaster-Vulnerable Area. Analysis technique used is description analysis by assesing population pressure level an erosion wide level. Cross tabulation is made from two data to arrange the type of villages at Disaster-Vulnerable Area. Non-parametric Chi Square statistic method have been used to find out correlation between erosion wide level and population pressure level, agrarian population density level and population pressure level, erosion wide level and plant system, and last between population pressure level and plant system. From the result of the research, the population pressure at Disaster-Vulnerable Area is 1.907. From Chi-Square method known that there is nor correlation between erosion wide level and population pressure level, and so that between agrarian population density level and population pressure level, in contrast there is correlation between erosion wide level and plant system, and so that between population pressure level and plant system. Development alternative at Disaster-Vulnerable Area is associated with effort to minimize population pressure value and effort to have land conservation and rehabilitation. Minimizing population pressure value was done by changing demographic, agriculture and non-agriculture factors. Erosion wide is used to determine the priority in performing land conservation an rehabilition
Kata Kunci : tekanan penduduk, luasan erosi, pola tanam, konservasi,population pressure, erosion wide, plant system, conservation