Laporkan Masalah

Pengaruh Keterikatan Kerja Terhadap Intensi Keluar Dengan Praktek Kerja Agile sebagai Mediator pada Pegawai Perusahaan Konsultan X di Indonesia

Roro Dian Retno Savitri, Indrayanti, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog

2026 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Perubahan lanskap ekonomi global pasca pandemi COVID-19, percepatan transformasi digital, dan meningkatnya kompleksitas bisnis mendorong perusahaan untuk beradaptasi secara cepat. Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan digitalisasi meningkatkan permintaan terhadap jasa konsultansi, termasuk Perusahaan Konsultan X. Namun, pola kerja berbasis proyek yang dinamis dan berorientasi hasil menciptakan tekanan tinggi, memicu isu Intensi Keluar yang berdampak pada keberlangsungan bisnis. Untuk mengatasi hal ini, Keterikatan Kerja dan penerapan Praktek Kerja Agile menjadi faktor penting dalam strategi retensi pegawai.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Keterikatan Kerja terhadap Intensi Keluar dengan Praktek Kerja Agile sebagai mediator pada pegawai Konsultan X di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 76 pegawai yang dipilih secara purposive sampling. Analisis dilakukan dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keterikatan Kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap Intensi Keluar, yang berarti semakin tinggi keterikatan kerja, semakin rendah intensi keluar pegawai. Selain itu, Praktek Kerja Agile memediasi secara parsial hubungan tersebut, mengindikasikan bahwa penerapan praktik kerja agile dapat memperkuat dampak positif keterikatan kerja terhadap retensi pegawai. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis bagi literatur manajemen sumber daya manusia serta rekomendasi praktis bagi Perusahaan Konsultan X dalam merancang strategi retensi yang berkelanjutan.

The global economic landscape has shifted significantly in the post-COVID-19 era, driven by accelerated digital transformation and increasing business complexity, which compel companies to adapt rapidly. In Indonesia, stable economic growth and digitalization have boosted demand for consulting services, including Consultant X. However, the dynamic, project-based work model creates high pressure, triggering turnover intention issues that threaten business continuity. To address this, work engagement and the implementation of agile work practices are key factors in employee retention strategies.
This study aims to analyse the effect of work engagement on turnover intention with agile work practice as a mediating variable among employees of Consultant X in Indonesia. The research employs a quantitative approach through a survey of 76 employees selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to examine both direct and indirect relationships among variables.
The results indicate that work engagement has a significant negative effect on turnover intention, meaning that higher engagement reduces employees’ intention to leave. Furthermore, agile work practice partially mediates this relationship, suggesting that agile practices strengthen the positive impact of engagement on employee retention. These findings contribute to the human resource management literature and offer practical recommendations for Consultant X in designing sustainable retention strategies.

Kata Kunci : Keterikatan Kerja, Intensi Keluar, Praktek Kerja Agile, mediasi, PLS-SEM

  1. S2-2026-530621-abstract.pdf  
  2. S2-2026-530621-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-530621-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-530621-title.pdf