Laporkan Masalah

Analisis Keterlambatan Docking Repair Untuk Meningkatkan Efisiensi Waktu Di Galangan Kapal PT. Dukuh Raya Shipyard

Alief Febriandy Ramadhan, Prof., Ir., Adi Djoko Guritno, M.S.I.E., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Industri galangan kapal memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran transportasi 

laut, khususnya bagi negara kepulauan seperti Indonesia yang sangat bergantung pada kesiapan

armada. Dalam praktiknya, proses docking repair sering mengalami keterlambatan yang 

memengaruhi efisiensi waktu, biaya operasional, dan jadwal pelayaran. Kondisi tersebut juga 

terjadi di PT Dukuh Raya Shipyard, sehingga perlu dilakukan kajian untuk mengidentifikasi 

sumber keterlambatan dan menentukan prioritas perbaikan. Penelitian ini bertujuan 

menganalisis faktor penyebab keterlambatan, menilai potensi risiko teknis yang berpengaruh 

terhadap durasi pekerjaan, serta menetapkan prioritas perbaikan pada lingkup pekerjaan 

replating, perpipaan, dan pengecatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif 

melalui diskusi kelompok dan wawancara dengan manajemen serta divisi teknis. Analisis 

dilakukan dengan Cause and Effect Diagram (CED) untuk mengidentifikasi penyebab 

masalah, sedangkan penentuan risiko serta prioritas perbaikannya dianalisis melalui Failure 

Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan parameter Risk Priority Number (RPN). Penelitian 

dilaksanakan di galangan kapal PT Dukuh Raya Shipyard, Lembar, Lombok Barat, NTB.

Hasil CED menunjukkan bahwa keterlambatan terutama dipengaruhi oleh kondisi 

peralatan yang belum optimal, ketidakkonsistenan penerapan Work Procedure Standard (WPS) 

dan Technical Data Sheet (TDS), perencanaan material yang belum terintegrasi dengan jadwal, 

serta kendala lingkungan pada area terbuka dan confined space. Sementara itu, FMEA 

mengidentifikasi beberapa risiko dengan nilai RPN tinggi, termasuk kavitasi yang tidak 

terdeteksi pada pelat lambung, sambungan las yang tidak sempurna, ketidaksesuaian prosedur 

pressure test, serta gangguan cuaca yang berdampak pada kualitas pengecatan. Berdasarkan 

tingkat risiko tersebut, prioritas perbaikan difokuskan pada mode kegagalan yang memiliki 

pengaruh terbesar terhadap keterlambatan agar efektivitas proses docking repair dapat 

meningkat.

The shipyard industry plays an essential role in supporting the continuity of maritime 

transportation, particularly in an archipelagic country such as Indonesia, where vessel readiness 

is crucial for mobility and logistics. In practice, docking repair activities frequently experience 

delays that affect time efficiency, operational costs, and sailing schedules. This situation also 

occurs at PT Dukuh Raya Shipyard, indicating the need for a comprehensive assessment to 

identify the sources of delays and determine the areas that require improvement. This study 

aims to analyze the factors contributing to delays, assess technical risks that influence work 

duration, and establish improvement priorities within the scopes of replating, piping, and 

painting. The research employs a descriptive qualitative approach through group discussions 

and interviews with management and technical personnel. Delay factors were examined using 

the Cause and Effect Diagram (CED), while risk assessment and improvement priorities were 

analyzed through Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) using the Risk Priority Number 

(RPN). The study was conducted at PT Dukuh Raya Shipyard, located in Lembar, West 

Lombok, NTB.

The CED analysis shows that delays are primarily influenced by suboptimal equipment 

conditions, inconsistent implementation of the Work Procedure Standard (WPS) and Technical 

Data Sheet (TDS), material planning that is not fully aligned with the work schedule, and 

environmental constraints in both open areas and confined spaces. Meanwhile, the FMEA 

identifies several risks with high RPN values, including undetected cavitation on hull plates, 

weak welding joints, non-compliant pressure-testing procedures, and weather-related 

disruptions that affect coating quality. Based on the level of risk, improvement efforts should 

prioritize failure modes that have the greatest impact on delays to enhance the overall 

effectiveness of the docking repair process.


Kata Kunci : Docking Repair, Manajemen Risiko, Cause and Effect Diagram, Failure Mode and Effect Analysis, Efisiensi Waktu.

  1. S2-2025-510654-abstract.pdf  
  2. S2-2025-510654-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-510654-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-510654-title.pdf