Peran Kompetensi Interpersonal dan Disregulasi Emosi terhadap Kesepian pada Emerging Adults
Syifa Naila Maharani, Zulfikri Khakim, S.Psi., M.Sc.
2026 | Skripsi | PSIKOLOGI
Fenomena kesepian cenderung meningkat dan banyak dialami oleh emerging adults sebagai kelompok usia yang berada pada periode perkembangan dengan kerentanan terhadap kesepian. Kompetensi interpersonal dan disregulasi emosi dipilih karena keduanya merepresentasikan faktor personal yang berpotensi meningkatkan maupun menurunkan kerentanan terhadap kesepian pada emerging adults. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kompetensi interpersonal sebagai faktor interpersonal dan disregulasi emosi sebagai faktor intrapersonal dalam memprediksi kesepian pada emerging adults. Penelitian ini melibatkan 157 emerging adults (laki-laki = 43, 27,4%; perempuan = 114, 72,6%) berusia 18–29 tahun. Alat ukur yang digunakan meliputi UCLA Loneliness Scale Version 3 versi Bahasa Indonesia, Interpersonal Competence Questionnaire (ICQ) versi Bahasa Indonesia, dan Difficulties in Emotion Regulation Scale–Short Form (DERS-18) versi Bahasa Indonesia. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan durasi merantau sebagai variabel tambahan dalam model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi interpersonal dan disregulasi emosi secara signifikan memprediksi kesepian dan mampu menjelaskan 33% varians kesepian. Ketika durasi merantau dimasukkan ke dalam model, daya jelas model meningkat menjadi 35,2%. Secara parsial, kompetensi interpersonal memprediksi kesepian secara negatif, sedangkan disregulasi emosi dan durasi merantau memprediksi kesepian secara positif.
The phenomenon of loneliness has shown an increasing trend and is widely experienced by emerging adults, a developmental group characterized by heightened vulnerability to loneliness. Interpersonal competence and emotion dysregulation were selected as variables in this study because they represent personal factors that may either increase or decrease vulnerability to loneliness among emerging adults. Therefore, this study aimed to examine the roles of interpersonal competence as an interpersonal factor and emotion dysregulation as an intrapersonal factor in predicting loneliness among emerging adults. The study involved 157 emerging adults (male = 43, 27.4%; female = 114, 72.6%) aged 18–29 years. The instruments used were the Indonesian versions of the UCLA Loneliness Scale Version 3, the Interpersonal Competence Questionnaire (ICQ), and the Difficulties in Emotion Regulation Scale–Short Form (DERS-18). Data were analyzed using multiple linear regression, with migration duration included as an additional variable in the model. The results indicated that interpersonal competence and emotion dysregulation significantly predicted loneliness and accounted for 33% of the variance in loneliness. When migration duration was added to the model, the explained variance increased to 35.2%. Partially, interpersonal competence negatively predicted loneliness, whereas emotion dysregulation and migration duration positively predicted loneliness.
Kata Kunci : kesepian, emerging adults, kompetensi interpersonal, disregulasi emosi