Laporkan Masalah

BAYANG POPULISME SANG BUPATI (STUDI KASUS KEGIATAN "SAMBANG WARGA" DI KABUPATEN KLATEN TAHUN 2023-2024)

Rani Gutomo, Dr. Subando Agus Margono, M.Si.

2026 | Tesis | S2 Administrasi Publik

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguraikan fenomena Sambang Warga sebagai manifestasi populisme ala Sri Mulyani; (2) menguraikan Sambang Warga sebagai upaya manajemen citra Sri Mulyani melalui sudut pandang taktik ingratiation; dan (3) mengungkap cara kerja birokrasi di bawah kendali populisme aktor politik. Guna mencapai tujuan yang diinginkan, penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian adalah lingkungan Pemkab Klaten. Adapun subjek penelitian ditentukan dengan menerapkan konsep purposive sampling dengan memperhatikan peran dan keterlibatannya terhadap fokus penelitian. Teknik pengumpulan data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah wawancara dan studi dokumen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sambang Warga menunjukkan karakteristik yang kuat sebagai sebuah pendekatan populis yang dimanifestasikan dalam dua aktivitas, yaitu: kehadiran sosok pemimpin yang karismatik dan interaksi langsung antara bupati dengan warga. Sri Mulyani menerapkan keempat variasi dalam taktik ingratiation sebagaimana dipaparkan oleh Edward E. Jones (1964). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ketimpangan kekuasaan menyebabkan birokrasi tidak otonom dalam menjalankan fungsi teknokrasinya dan cenderung bersikap akomodatif terhadap kebijakan populis Sri Mulyani. 

Penelitian ini membatasi analisis terhadap dinamika politik dan birokrasi pada satu studi kasus. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan desain komparatif antar daerah. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengembangkan analisis untuk menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi toleransi birokrasi terhadap praktik populisme dalam penyelenggaraan tata kelola pemerintahan.

This study aims to: (1) describe the phenomenon of Sambang Warga as a manifestation of Sri Mulyani’s populism; (2) analyze Sambang Warga as an impression management strategy employed by Sri Mulyani through the lens of ingratiation tactics; and (3) revealing how bureaucracy works under the control of populist actor. To achieve these objectives, the research adopts qualitative method with the case study approach. The study was conducted within the Government of Klaten Regency. Research subjects were selected using purposive sampling, taking into account their roles and involvement in relation to the research focus. Data were collected through interviews and document analysis.

The findings indicate that Sambang Warga exhibits strong characteristics of a populist approach, manifested in two main activities: the presence of a charismatic leader and direct interaction between the Regent and citizens. Sri Mulyani applied the four variations of ingratiation tactics as outlined by Edward E. Jones (1964). The results further reveal that power imbalance has rendered the bureaucracy non-autonomous in performing its technocratic functions and inclined to accommodate Sri Mulyani’s populist policies.

This study limits its analysis to the political and bureaucratic dynamics within a single case. Future research may adopt a comparative design across different regions. In addition, subsequent studies may further explore the factors influencing bureaucratic tolerance toward populist practices in public governance.

Kata Kunci : populisme, ingratiation, ketimpangan kekuasaan, kebijakan publik, manajemen citra, politik lokal, birokrasi, pemerintah daerah

  1. S2-2026-529783-abstract.pdf  
  2. S2-2026-529783-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-529783-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-529783-title.pdf