Analisis Strategi Bersaing PT XYZ dalam Industri Informasi Perkreditan
Aries Jodi S, C. Budi Santoso, Dr., M.Bus.
2026 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi bisnis yang dapat diterapkan PT XYZ dalam menghadapi persaingan dalam industri informasi perkreditan di Indonesia. Metode yang digunakan meliputi analisis PESTEL dan Porter Five Forces untuk mengevaluasi faktor eksternal dan VRIO untuk menilai kondisi internal perusahaan. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan manajemen dan karyawan serta data sekunder diperoleh dari laporan tahunan perusahaan dan publikasi terkait.
Secara keseluruhan, analisis PESTEL menunjukkan bahwa PT XYZ menghadapi peluang eksternal yang signifikan dari kebijakan transformasi digital, perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup masyarakat, serta dukungan terhadap UMKM, namun juga dihadapkan pada tekanan regulasi yang ketat sebagai faktor risiko utama. Analisis Porter Five Forces mengindikasikan bahwa tingkat persaingan dalam industri LPIP relatif tinggi, terutama akibat intensitas persaingan antar pemain eksisting, kuatnya daya tawar pembeli, serta tuntutan inovasi dan diferensiasi berkelanjutan, sementara ancaman pendatang baru dan produk substitusi relatif terkendali. Di sisi internal, analisis VRIO menunjukkan bahwa PT XYZ memiliki keunggulan kompetitif berkelanjutan yang bersumber dari inovasi produk, kapabilitas teknologi yang andal, dan sinergi ekosistem usaha, meskipun beberapa sumber daya lainnya masih berada pada tingkat paritas kompetitif dan memerlukan penguatan agar mampu mendukung daya saing jangka panjang.
Berdasarkan hasil analisis IE dan SWOT, terdapat dua pilihan strategi bisnis yang dapat diterapkan PT XYZ, yaitu: (a) mengembangkan produk credit scoring baru berbasis artificial intelligence / machine learning untuk segmen yang belum terjangkau seperti UMKM, BNPL (Buy Now Pay Later), e-commerce & telekomunikasi dan (b) memanfaatkan ekosistem usaha untuk tukar menukar data & layanan scoring, integrasi layanan dengan bank, perusahaan pembiayaan, dan P2PL, dan menciptakan produk bundled antar usaha dalam grup. Berdasarkan penilaian menggunakan QSPM, strategi mengembangkan produk credit scoring baru berbasis artificial intelligence / machine learning untuk segmen yang belum terjangkau seperti UMKM, BNPL (Buy Now Pay Later), e-commerce & telekomunikasi mendapatkan skor tertinggi sehingga strategi tersebut merupakan strategi yang lebih menarik dan efektif bagi PT XYZ.
Kata Kunci : LPIP, Informasi Perkreditan, Analisis PESTEL, Analisis Porter Five Forces, Analisis VRIO, Analisis EFE, Analisis EFI, Analisis IE, Analisis SWOT, QSPM.