ANALISIS KESELARASAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP BISNIS STUDI PADA PT. MANDIRI UTAMA FINANCE
ABDUL AZIZ, Ely Susanto, S.IP., M.B.A., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Perkembangan teknologi digital dan meningkatnya persaingan di industri jasa keuangan, khususnya sektor lembaga pembiayaan, menuntut perusahaan untuk memastikan keselarasan antara strategi bisnis dan strategi teknologi informasi (TI). Ketidakselarasan antara kedua strategi tersebut berpotensi menghambat efektivitas operasional, mengurangi nilai investasi TI, serta melemahkan daya saing perusahaan, terutama di tengah tekanan persaingan dari perusahaan fintech lending dan tuntutan regulasi yang semakin ketat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselarasan antara strategi teknologi informasi dan strategi bisnis di PT Mandiri Utama Finance (MUF) dengan menggunakan kerangka Strategic Alignment Model (SAM) yang dikembangkan oleh Henderson dan Venkatraman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci yang berasal dari unit bisnis, teknologi informasi, dan unit pendukung organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara strategis, MUF telah memiliki arah yang selaras antara strategi bisnis dan strategi teknologi informasi, terutama dalam mendukung agenda transformasi digital dan peningkatan efisiensi proses pembiayaan. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan keselarasan (misalignment) pada tingkat implementasi, yang disebabkan oleh perbedaan kecepatan perubahan kebutuhan bisnis, keterbatasan infrastruktur TI tertentu, serta kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi. Faktor pendorong utama keselarasan meliputi dukungan manajemen puncak, keberadaan mekanisme tata kelola TI, dan komitmen perusahaan terhadap digitalisasi, sedangkan faktor penghambat meliputi resistensi terhadap perubahan, ketergantungan pada sistem lama (legacy systems), dan keterbatasan kompetensi teknis.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan keselarasan strategi bisnis dan strategi teknologi informasi di MUF memerlukan penguatan tata kelola TI, pengembangan kapabilitas sumber daya manusia, serta integrasi yang lebih erat antara perencanaan bisnis dan perencanaan TI. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi manajemen perusahaan pembiayaan dalam mengoptimalkan peran teknologi informasi sebagai strategic enabler, serta kontribusi akademik bagi pengembangan kajian keselarasan strategi di industri pembiayaan Indonesia.
The rapid development of digital technology and the intensifying competition in the financial services industry, particularly in the financing (multifinance) sector, have increased the need for firms to ensure alignment between business strategy and information technology (IT) strategy. Misalignment between these strategies may reduce operational effectiveness, diminish the value of IT investments, and weaken a company’s competitive position, especially amid growing competition from fintech lending companies and increasingly stringent regulatory requirements. This study aims to analyze the level of alignment between information technology strategy and business strategy at PT Mandiri Utama Finance (MUF) using the Strategic Alignment Model (SAM) developed by Henderson and Venkatraman. The research adopts a qualitative descriptive approach, with data collected through in-depth interviews with key informants from business units, IT units, and supporting organizational functions.
The findings indicate that, at the strategic level, MUF has achieved a relatively good alignment between business strategy and IT strategy, particularly in supporting digital transformation initiatives and improving operational efficiency. However, the study also identifies alignment gaps at the implementation level, primarily due to differences in the pace of business change, limitations in certain IT infrastructures, and constraints in IT human resource capabilities. Key enablers of alignment include strong top management support, the existence of IT governance mechanisms, and the company’s commitment to digitalization. Conversely, major barriers include resistance to change, dependence on legacy systems, and limited technical competencies.
The study concludes that enhancing business–IT alignment at MUF requires strengthening IT governance, developing IT human capital, and improving the integration between business planning and IT planning processes. The results are expected to provide practical insights for financing companies in optimizing IT as a strategic enabler, as well as academic contributions to the literature on strategic alignment in Indonesia’s financing industry.
Kata Kunci : Keselarasan strategi, teknologi informasi, strategi bisnis, Strategic Alignment Model