Laporkan Masalah

Analisa Mekanisme Penjaminan Polis Asuransi oleh lembaga Penjamin Simpanan: Upaya Meningkatkan Stabilitas dan Kepercayaan di Industri Perasuransian Indonesia

Awan Kisworo, Singgih Wijayana, S.E., M.Si., Ph.D.,

2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Penelitian ini menganalisis mekanisme penjaminan polis asuransi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai instrumen untuk meningkatkan stabilitas dan kepercayaan publik pada industri perasuransian Indonesia. Tujuan penelitian meliputi: (1) mengidentifikasi faktor-faktor dalam perancangan mekanisme penjaminan polis; dan (2) merumuskan strategi komunikasi dan implementasi yang efektif guna membangun kembali kepercayaan publik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan manajemen eksekutif LPS dan pelaku industri asuransi, sementara data sekunder berasal dari regulasi, laporan, dan kajian perbandingan internasional.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kelembagaan yang paling sesuai untuk konteks Indonesia adalah Integrated Protection Scheme (IPS) mengintegrasikan fungsi penjaminan simpanan dan polis dalam satu lembaga dengan desain program yang menekankan cakupan yang jelas (pemegang polis individu dan produk ritel esensial), batas penjaminan yang kredibel, serta mekanisme pendanaan pre-funding berbasis risiko. 

Keberhasilan implementasi sangat bergantung pada harmonisasi peran antar-otoritas (LPS, OJK, Kementerian Keuangan), kesiapan sistem informasi dan SDM, serta strategi komunikasi publik yang terstruktur untuk mengurangi moral hazard dan meningkatkan literasi asuransi. Analisis PESTEL menegaskan bahwa faktor politik-legal (UU P2SK), kondisi ekonomi, tingkat literasi sosial, kesiapan teknologi untuk integrasi data, dinamika lingkungan (risiko sistemik), dan kejelasan regulasi semuanya memengaruhi efektivitas program.

Rekomendasi utama menyiapkan strategi implementasi penjaminan polis secara bertahap dimulai dari produk dasar dan perusahaan yang sehat, serta membangun sistem operasional dan pendanaan yang kuat. Selain itu, LPS perlu meningkatkan kapasitas kelembagaan dan komunikasi publik untuk memperkuat kepercayaan masyarakat dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

This study analyzes the insurance policy guarantee mechanism by the Indonesia Deposit Insurance Corporation (Lembaga Penjamin Simpanan – LPS) as an instrument to enhance stability and public trust in the national insurance industry. The research aims to (1) identify key factors in designing an effective policy guarantee mechanism, and (2) formulate communication and implementation strategies to rebuild public confidence. A qualitative descriptive approach with a case study method was employed. Primary data were obtained through in-depth interviews with LPS executives and insurance industry practitioners, while secondary data were drawn from regulations, reports, and international comparative studies. 

The results indicate that the most suitable institutional model for Indonesia is the Integrated Protection Scheme (IPS), which integrates deposit and policy guarantee functions within a single institution. The recommended program design emphasizes clear coverage (individual policyholders and essential retail products), credible guarantee limits, and a risk-based pre-funding mechanism. The success of implementation depends on the harmonization of roles among authorities (LPS, OJK, and the Ministry of Finance), the readiness of information systems and human resources, and a structured public communication strategy to reduce moral hazard and improve insurance literacy. The PESTEL analysis highlights that political-legal factors (P2SK Law), economic conditions, social literacy, technological readiness for data integration, environmental dynamics (systemic risk), and regulatory clarity all influence the program’s effectiveness. 

The main recommendations are to prepare a phased implementation strategy focusing on basic products and financially sound insurers, strengthen operational systems and funding mechanisms, and enhance institutional capacity and public communication to build trust and maintain financial system stability.

Kata Kunci : Lembaga Penjamin Simpanan, Penjaminan Polis, Skema Proteksi Terintegrasi, Pre funding, Kepercayaan publik

  1. S2-2023-526152-abstract.pdf  
  2. S2-2023-526152-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-526152-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-526152-title.pdf  
  5. S2-2025-526152-abstract.pdf  
  6. S2-2025-526152-bibliography.pdf  
  7. S2-2025-526152-tableofcontent.pdf  
  8. S2-2025-526152-title.pdf