Laporkan Masalah

TANTANGAN BERBASIS GENDER DAN PEMANFAATAN DUKUNGAN ORGANISASI DALAM PENGALAMAN KERJA PEMANDU PERJALANAN WISATA PEREMPUAN

Irma Sania Putri, Dr. Sri Rahayu Budiani, S.Si., M.Si., Dr. Wiwik Sushartami, M.A.,

2025 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata

Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan berbasis gender yang dihadapi pemandu perjalanan wisata perempuan serta pemanfaatan dukungan organisasi dalam menghadapi tantangan tersebut. Penelitian dilakukan di Paguyuban Pemandu Pariwisata Yogyakarta (PAPTA) sebagai organisasi non-profit tingkat daerah. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi terhadap tujuh pemandu perjalanan wisata perempuan serta tiga informan pendukung. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi tema utama dalam data. Perspektif gender dan interseksionalitas diposisikan sebagai kerangka analitis utama, sementara karakter pekerjaan pemandu perjalanan wisata dan sistem kerja lepas dipahami sebagai kondisi sosial dan struktural yang membentuk pengalaman kerja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan berbasis gender tidak bersifat individual atau teknis semata, melainkan bekerja secara berlapis. Pada tingkat individu, tantangan muncul dalam bentuk keraguan terhadap legitimasi profesional, minimnya pengakuan, tuntutan pengelolaan tubuh dan emosi, serta tekanan psikologis akibat ketidakpastian kerja. Pada tingkat interaksi, tantangan tercermin dalam bias peran gender, negosiasi batas profesional, kontrol moral dan estetika atas tubuh perempuan, serta ketimpangan relasi kerja. Sementara itu, pada tingkat institusional, norma sosial dan stigma terhadap perempuan yang bekerja di ruang publik membatasi ruang gerak dan penerimaan sosial. Dalam menghadapi kondisi tersebut, pemandu perjalanan wisata perempuan memanfaatkan dukungan organisasi PAPTA secara beragam, yang tercermin melalui dimensi keadilan, dukungan pengurus, serta penghargaan dan kondisi kerja, dengan pola pemanfaatan yang bergantung pada tingkat keaktifan anggota, baik dalam mengakses sumber daya, membangun jejaring kerja, dan memperkuat kapasitas profesional.

This study aims to analyse gender-based challenges faced by female tour guides and the utilization of organizational support in overcoming these challenges. The research was conducted at the Yogyakarta Tourism Guide Association (PAPTA) as a regional non-profit organization. A qualitative approach was used with data collection techniques through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation of seven female tour guides and three supporting informants. Thematic analysis was used to identify the main themes in the data. Gender and intersectionality perspectives were positioned as the main analytical framework, while the nature of the work of tour guides and the freelance work system were understood as the social and structural conditions that shape the work experience.

The results of the study show that gender-based challenges are not merely individual or technical in nature, but rather work in layers. At the individual level, challenges arise in the form of doubts about professional legitimacy, lack of recognition, demands for body and emotional management, and psychological pressure due to job uncertainty. At the interaction level, challenges are reflected in gender role bias, negotiation of professional boundaries, moral and aesthetic control over women's bodies, and unequal working relationships. Meanwhile, at the institutional level, social norms and stigma against women working in public spaces limit their mobility and social acceptance. In facing these conditions, female tour guides utilize PAPTA's organizational support in various ways, reflected in the dimensions of fairness, management support, and appreciation and working conditions, with patterns of utilization depending on the level of member activity, both in accessing resources, building work networks, and strengthening professional capacity.

Kata Kunci : pemandu perjalanan wisata perempuan, tantangan berbasis gender, interseksionalitas, perceived organizational support

  1. S2-2025-512599-abstract.pdf  
  2. S2-2025-512599-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-512599-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-512599-title.pdf