PENGEMBANGAN PROGRAM JAMINAN KEMATIAN UNTUK PEMANFAATAN DANA SANTUNAN SECARA PRODUKTIF DALAM MENDUKUNG PENGURANGAN KEMISKINAN PADA AHLI WARIS
moh ikhmal hisham rizaldy, Rr Tur Nastiti, M.Si., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Manajemen
Pemanfaatan dana santunan Jaminan Kematian (JKM) memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan kesejahteraan keluarga peserta pascakematian, khususnya bagi ahli waris dari kelompok pekerja sektor informal dan rentan. Namun, dalam praktiknya, pemanfaatan dana JKM sering kali didominasi oleh keputusan reaktif pada fase awal pencairan, yang dipengaruhi oleh tekanan sosial, keterbatasan literasi keuangan, serta minimnya panduan pasca-cair yang bersifat operasional. Kondisi ini berpotensi mengurangi daya guna dana santunan dalam mendukung tujuan jangka panjang, seperti Pendidikan anak dan penguatan ketahanan ekonomi keluarga.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pemanfaatan dana santunan JKM oleh ahli waris serta mengkaji peran layanan BPJS Ketenagakerjaan dalam membentuk keputusan alokasi dana tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap ahli waris penerima manfaat JKM dan pemangku kepentingan kebijakan di BPJS Ketenagakerjaan. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik dengan mengacu pada kerangka Theory of Planned Behavior dan Behavioral Finance untuk memahami mekanisme perilaku yang mendasari keputusan alokasi dana.
Hasil penelitian menunjukkan adanya dua fase utama dalam pemanfaatan dana JKM, yaitu fase reaktif pada 0–30 hari pasca pencairan dan fase pergeseran menuju tujuan jangka panjang pada 30–90 hari berikutnya. Pergeseran ini dipengaruhi oleh menurunnya tekanan sosial, meningkatnya kendali perilaku yang dirasakan, serta tersedianya panduan dan pengingat yang relevan. Temuan juga mengindikasikan bahwa layanan pasca-cair yang terstruktur melalui titik temu layanan (touchpoints) H+7, H+30, dan H+90, didukung oleh kanal digital, berpotensi meningkatkan disiplin alokasi dan efektivitas pemanfaatan dana santunan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan desain layanan JKM yang tidak berhenti pada proses klaim, tetapi berlanjut pada intervensi perilaku ringan pasca-cair untuk mendukung kesejahteraan ahli waris secara berkelanjutan.
The utilization of Death Benefit (Jaminan Kematian/JKM) compensation funds plays a strategic role in sustaining household welfare following the death of a worker, particularly among beneficiaries from informal and vulnerable employment sectors. In practice, however, the use of JKM funds is often dominated by reactive financial decisions during the early post-disbursement phase, driven by social pressure, limited financial literacy, and the absence of practical post-claim guidance. Such conditions may reduce the long-term effectiveness of the compensation funds in supporting objectives such as children‘s education and household economic resilience.
This study aims to analyze patterns of JKM fund utilization among beneficiaries and to examine the role of BPJS Ketenagakerjaan‘s services in shaping allocation decisions. A qualitative research approach was employed, using in-depth interviews with JKM beneficiaries and policy stakeholders within BPJS Ketenagakerjaan. Data were analyzed through thematic analysis, drawing on the Theory of Planned Behavior and Behavioral Finance frameworks to explore the behavioral mechanisms underlying financial decision-making.
The findings reveal two distinct phases of JKM fund utilization: a reactive phase during the first 0–30 days after disbursement, followed by a gradual shift toward long-term allocation goals within 30–90 days. This transition is influenced by decreasing social pressure, increased Perceived behavioral control, and the availability of structured guidance and timely reminders. The study further indicates that structured post-disbursement services delivered through service touchpoints at H+7, H+30, and H+90, supported by digital channels, can enhance allocation discipline and improve the overall effectiveness of JKM fund utilization. The study recommends strengthening the design of JKM services beyond the claim process by incorporating light behavioral interventions after disbursement to promote sustainable welfare outcomes for beneficiaries.
Kata Kunci : Jaminan Kematian, pemanfaatan dana santunan, perilaku keuangan, Theory of Planned Behavior, layanan publik.