Hubungan distribusi spasial antara ketebalan material tanah dan kerapatan titik longsor berdasarkan persebaran tapak longsor di kecamatan Kokap kabupaten Kulonprogo
Nawawi Ikhwanudin, Dr. Junun Sartohadi, M.Sc.
2008 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANDaerah penelitian adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Kulon Progo yaitu Kecamatan Kokap. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui persebaran longsor, (2) mengetahui ketebalan material tanah, dan (3) mengetahui hubungan spasial antara kerapatan longsor dan ketebalan material tanah di Kecamatan Kokap. Metode penelitian yang digunakan (1) survei lapangan untuk mengetahui tapak longsor dan kerapatan longsor, dan (2) analisis data lapangan untuk mengetahui kondisi ketebalan material tanah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah area sampling sebagai dasar pengambilan sampel adalah satuan bentuklahan. Di daerah penelitian memiliki 3 (tiga) kelas kerapatan longsor, yaitu kerapatan longsor tinggi, sedang dan rendah. Analisa hubungan antara kerapatan longsor dengan ketebalan material tanah dengan menggunakan analisis tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di daerah penelitian kerapatan longsor tinggi dengan luas 48,3% dari luas keseluruhan. Pada kelas kerentanan longsor tinggi berada pada satuan bentuklahan perbukitan denudasional berbatuan andesit terkikis kuat dan perbukitan intrusi andesit. Ketebalan material tanah di daerah penelitian beragam, hal ini dipengaruhi oleh kondisi bahan induk, tingkat pelapukan batuan dan relief. Ketebalan material tanah yang tebal dicirikan oleh pelapukan batuan lanjut dan sangat lanjut, adanya perubahan warna batuan yang berbeda dengan warna batuan indukya dan lebih dari setengah massa batuan berubah menjadi tanah. Terdapat hubungan antara kerapatan longsor dengan ketebalan material tanah. Kerapatan longsor tinggi mempunyai ketebalan material tanah yang beragam namun didomimasi oleh ketebalan material tanah yang tebal daripada kerapatan longsor sedang dan rendah
The area of this research was located in Kokap sub district, Kulon Progo district. The objectives of this research were (1) to analyze landslide distribution, (2) to analyze soil thickness material and (3) to analyze spasial relation between landslide density and soil thickness material. The methods of this research were (1) field surveying in order to check the landslides density, and (2) field data analyze to know of soil material thickness condition. The research used area sampling methods, as for the base sampling is landform unit. In The area of this research have three class landslides density i.e. high, medium and low class landslides density. The Relation analyze between class landslides density and soil thickness material using cross tabulation analyze The results of this research show that in the area of this research is an area of high class landslides vulnerability has 48,3% of total area. The high class landslides density was in strongly disveted andesite denudational hills and andesite intrusion hills. Soil material thickness in the area of this research is varies: it was influenced by bedrock condition, weathering rocks stage and relief. High soil material thickness is shown by continuous rock weathering and very continuous rock weathering, the color differences between rock and bedrock and more than half rock mass changed to soil. There is a relationship between landslide density and soil material. High landslide density have varies soil material thickness but it is dominated by thick soil material thickness instead of the medium and low landslide density.
Kata Kunci : Kerapatan longsor, ketebalan material tanah, pelapukan batuan,landslides density, soil material thickness, weathering stage