NIAT KUNJUNGAN ULANG KONSUMEN KE KAFE: TEORI KUALITAS LAYANAN DAN KONFIRMASI HARAPAN
Ihza Abhirawa Yudha, Widya Paramita, S.E., M.Sc., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Manajemen
Industri kafe di Kota Malang mengalami dinamika kompetitif yang tinggi, terutama
pada kafe berkonsep estetik yang mengandalkan pengalaman pelanggan sebagai nilai
utama. Kafe CRS, meskipun memiliki ulasan digital yang cukup baik, menghadapi
tantangan dalam mempertahankan tingkat kunjungan ulang pelanggan. Kondisi ini
menunjukkan bahwa kualitas layanan saja belum tentu cukup untuk menjaga loyalitas,
khususnya di era pascapandemi ketika aspek kebersihan, keberlanjutan, dan digitalisasi
semakin memengaruhi persepsi pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
faktor-faktor yang membentuk kepuasan pelanggan dan perannya dalam memengaruhi
niat kunjungan ulang. Variabel yang diuji mencakup dimensi kualitas layanan
SERVQUAL (bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, empati), layanan ramah
lingkungan, praktik kebersihan, dan digitalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode survei terhadap 511 responden yang pernah berkunjung ke
CRS dalam enam bulan terakhir. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least
Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa bukti fisik, empati, jaminan, layanan ramah lingkungan, praktik kebersihan, dan
digitalisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan.
Sementara itu, keandalan dan daya tanggap tidak menunjukkan pengaruh signifikan.
Selain itu, kepuasan terbukti memberikan pengaruh kuat terhadap niat kunjungan ulang
sebagai jalur paling dominan dalam model. Temuan ini menegaskan bahwa
pengalaman pelanggan pada industri kafe saat ini tidak hanya ditentukan oleh dimensi
layanan tradisional, tetapi juga oleh aspek higienitas, keberlanjutan, dan kemudahan
digital. Dengan demikian, peningkatan kebersihan, konsistensi layanan, dan
optimalisasi layanan digital menjadi strategi penting bagi CRS untuk meningkatkan
kepuasan dan loyalitas pelanggan secara berkelanjutan.
The café industry in Malang City is experiencing intense competitive dynamics,
particularly among aesthetically themed cafés that rely on customer experience as their
core value. Although CRS café has received relatively positive digital reviews, it faces
challenges in maintaining repeat visit rates. This condition indicates that only service
quality may not be sufficient to sustain customer loyalty, especially in the post-
pandemic era when cleanliness, sustainability, and digitalization increasingly
influence customer perceptions. This study aims to analyze the factors that shape
customer satisfaction and their role in influencing revisit intention. The variables
examined include the SERVQUAL service quality dimensions (tangibles, reliability,
responsiveness, assurance, empathy), greenness of services, hygiene practices, and
digitalization. This research employs a quantitative approach using a survey method
involving 511 respondents who had visited CRS within the past six months. Data were
analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The
results show that tangibles, empathy, assurance, greenness of services, hygiene
practices, and digitalization have positive and significant effects on customer
satisfaction, while reliability and responsiveness do not show significant effects.
Furthermore, customer satisfaction strongly influences revisit intention, serving as the
most dominant pathway in the model. These findings emphasize that customer
experience in the café industry today is shaped not only by traditional service
dimensions but also by aspects of hygiene, sustainability, and digital convenience.
Therefore, enhancing hygiene, ensuring consistent service, and optimizing digital
services are crucial strategies for CRS to sustainably improve customer satisfaction
and loyalty.
Kata Kunci : kualitas layanan, kepuasan pelanggan, kunjungan ulang, kebersihan, digitalisasi.