Laporkan Masalah

Pemilihan Moda Transportasi Lanjutan oleh Wisatawan di Stasiun Tugu Yogyakarta

Kadek Dwipayana Cakra Werdaya, Prof. Ir. Bambang Hari Wibisono, M.UP., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng

2026 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Transportasi memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas wisatawan di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya melalui Stasiun Tugu Yogyakarta sebagai simpul utama kedatangan wisatawan. Peningkatan jumlah wisatawan berdampak pada tingginya penggunaan moda transportasi lanjutan di sekitar stasiun yang belum sepenuhnya terintegrasi, sehingga berpotensi menurunkan efisiensi dan kenyamanan perjalanan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pemilihan moda transportasi wisatawan menjadi penting sebagai dasar perencanaan transportasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik wisatawan, karakteristik perjalanan wisatawan, persepsi wisatawan terhadap karakteristik moda, serta faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan moda transportasi lanjutan wisatawan yang tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan metode kuantitatif berdesain deskriptif. Variabel penelitian diturunkan dari literatur terkait teori pemilihan moda transportasi. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner terhadap wisatawan domestik dan mancanegara yang tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan analisis spasial untuk menggambarkan pemilihan moda berdasarkan karakteristik wisatawan, karakteristik perjalanan, serta persepsi terhadap karakteristik moda transportasi. Selain itu, analisis regresi logistik multinomial digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang secara signifikan memengaruhi pemilihan moda transportasi lanjutan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan didominasi oleh kelompok usia produktif dengan tingkat pendidikan dan pendapatan menengah ke atas. Wisatawan cenderung memilih transportasi online karena kemudahan akses dan fleksibilitas layanan. Kendaraan sewa umumnya digunakan untuk perjalanan berkelompok dan jarak yang lebih jauh, sedangkan transportasi umum dipilih oleh wisatawan dengan orientasi efisiensi biaya meskipun tingkat pemanfaatannya masih relatif rendah. Hasil regresi logistik multinomial mengonfirmasi bahwa pemilihan moda transportasi dipengaruhi secara signifikan oleh karakteristik wisatawan, karakteristik perjalanan, serta persepsi terhadap karakteristik moda, khususnya aspek keselamatan dan keterjangkauan. Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan sistem transportasi wisata perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas layanan dan aksesibilitas bagi wisatawan.

Transportation plays a vital role in supporting tourist mobility in the Special Region of Yogyakarta, with Tugu Railway Station serving as the primary gateway for tourist arrivals. The growing number of tourists has increased the demand for first- and last-mile transportation modes around the station, which remain insufficiently integrated, potentially reducing travel efficiency and comfort. Therefore, understanding tourists’ transport mode choice is essential to support effective and sustainable transportation planning. This study aims to examine tourist characteristics, travel characteristics, perceptions of transport mode attributes, and the factors influencing first and last mile transport mode choice among tourists arriving at Tugu Railway Station.

This study employs a deductive approach with a quantitative descriptive research design. Data were collected through questionnaire surveys of domestic and international tourists and analyzed using descriptive statistics, spatial analysis, and multinomial logistic regression. The analysis explores transport mode choice patterns based on tourist characteristics, travel characteristics, and perceptions of transport mode attributes.

The findings indicate that tourists are predominantly of productive age with medium to high education and income levels. App-based ride-hailing services are the most preferred mode due to ease of access and service flexibility. Rental vehicles are commonly used for group travel and longer distances, while public transportation is mainly chosen by cost-oriented tourists, although its utilization remains relatively low. Multinomial logistic regression results confirm that transport mode choice is significantly influenced by tourist and travel characteristics as well as perceptions of transport mode attributes, particularly safety and affordability. These findings underscore the need for an integrated and sustainable urban tourism transportation system to improve accessibility and service quality in Yogyakarta

Kata Kunci : pemilihan moda, moda transportasi lanjutan, wisatawan, Stasiun Tugu Yogyakarta

  1. S2-2026-530448-abstract.pdf  
  2. S2-2026-530448-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-530448-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-530448-title.pdf