Laporkan Masalah

Singularitas Kebudayaan Teknologi Kecerdasan Buatan dalam Perspektif Dark Enlightenment Nick Land

Muhammad Ravi Kurniawan, Samsul Ma'arif M., S.Fil., M.A.; Dr. Supartiningsih, S.S., M.Hum.

2026 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh manusia yang membangun kebudayaan dan teknologi. Permasalahannya, manusia sedang mengalami suatu fase ketidakpastian, krisis, dan stagnan dalam berbagai bidang hidup, terlebih hubungan antara manusia, alam, dan teknologi kecerdasan buatan. Nick Land hadir untuk menjawab keresahan tersebut melalui pemikirannya yang disebut Dark Enlightenment, sebuah gagasan alternatif impian pencerahan dengan cara akselerasi teknologi dan budaya kosmik. Tujuan dari penelitian yaitu menjelaskan sebuah singularitas kebudayaan teknologi kecerdasan buatan dan menganalisisnya melalui teori Nick Land, sehingga jelas singularitas kebudayaan teknologi kecerdasan buatan baru secara kosmologi. 

Penelitian ini merupakan penelitian historis-faktual, dengan metode hermeneutika filosofis yang mengkaji pemikiran Nick Land terkait singularitas kebudayaan teknologi kecerdasan buatan.  Penelitian ini membahas pemikiran seorang filsuf sebagai fokus kajian, menggunakan teknik studi kepustakaan. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan persiapan, pengumpulan, pengolahan, analisis, penyusunan, dan hasil sebagai pemahaman baru. Pada analisis hasil diperoleh deskripsi, interpretasi, dan holistika untuk memperoleh pemahaman dan refleksi mendalam mengenai permasalahan yang dikaji. 

Hasil penelitian menunjukkan dua hal utama. Pertama, singularitas kebudayaan teknologi kecerdasan buatan merupakan era ketika berbagai teknologi tinggi berkuasa secara kapitalistik. Evolusi terjadi di segala aspek hidup sebagai sebuah budaya yang baru. Kedua, Nick Land hadir untuk menjelaskan dengan tawaran gagasan baru, Dark Enlightenment, yang dicirikan non-manusia dan penyaluran akselerasi kapital. Teknologi kecerdasan buatan dijelaskan melalui hyperstition (fiksi menjadi nyata), templexity (masa depan yang terjadi sekarang), teleoplexy (percepatan tujuan otonom), dan xeno (pengaruh yang tidak dipahami). Sehingga, itu merupakan upaya untuk terciptanya singularitas kebudayaan baru di masa depan.

This research is motivated by the human development of culture and technology. The problem is that humanity is experiencing a phase of uncertainty, crisis, and stagnation in various aspects of life, particularly the relationship between humans, nature, and artificial intelligence technology. Nick Land presents an answer to this concern through his thought called Dark Enlightenment, an alternative idea, a dream of enlightenment through the acceleration of cosmic technology and culture. The aim of this research is to explain the cultural singularity of artificial intelligence technology and analyze it through Nick Land's theory, thus clarifying the cosmological nature of the new cultural singularity of artificial intelligence technology.

This research is a historical-factual study, using a philosophical hermeneutic method that examines Nick Land's thoughts regarding the cultural singularity of artificial intelligence technology. This research focuses on the thoughts of a philosopher, using literature study techniques. This research was conducted through the stages of preparation, collection, processing, analysis, compilation, and the results as new understandings. The analysis of the results yields descriptions, interpretations, and holistic approaches to gain a deep understanding and reflection on the issues studied.

The research findings reveal two main points. First, the cultural singularity of artificial intelligence technology represents an era when various high technologies dominate capitalistly. Evolution occurs in all aspects of life as a new culture. Second, Nick Land presents a new concept, Dark Enlightenment, characterized by non-humans and the channeling of accelerated capital. Artificial intelligence technology is explained through hyperstition (fiction becoming reality), teleoplexy (accelerating autonomous goals), templexity (the future that is happening now), and xeno (unintelligible influence). Therefore, it represents an attempt to create a new cultural singularity in the future.

Kata Kunci : Nick Land, Dark Enlightenment, Singularitas, Teknologi, Kecerdasan Buatan, Singularity, Technology, Artificial Intelligence

  1. S1-2026-474230-abstract.pdf  
  2. S1-2026-474230-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-474230-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-474230-title.pdf