Kajian potensi obyek wisata sirus ratu boko untuk mendukung pariwisata sejarah dan budaya dikecamatan Prambanan kabupaten Sleman
Nurul Hidayah, Drs. Soekadri, M.S.; Drs. H.B.S. Eko Prakoso, M.Sp.
2004 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHSalah satu bentuk peninggalan sejarah masa lampau yang terdapat di Kecamatan Prambanan adalah Situs Ratu Boko. Dalam pengelolaannya, obyek wisata ini terbagi menjadi mintakat I oleh Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala, mintakat II oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, serta mintakat III oleh pemerintah daerah setempat. Untuk dapat disejajarkan dengan Candi Borobudur dan Prambanan, situs ini masih memerlukan perbaikan di segala bidang. Untuk itulah penelitian ini mengambil judul "Kajian potensi Obyek Wisata Situs Ratu Boko untuk mendukung pariwisata sejarah dan budaya di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman". Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dan daya tarik obyek, profil wisatawan dan pendapat mereka tentang perkembangan obyek, pengaruh jenis keterlibatan masyarakat terhadap kondisi ekonomi mereka, serta posisi obyek wisata ini dalam kepariwisataan di tingkat lokal dan regional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei dengan menganalisis data yang diperoleh di lapangan, baik itu data primer maupun data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi langsung di lapangan dan melalui wawancara menggunakan kuesioner terhadap populasi wisatawan dengan responden sebanyak 100 orang, serta populasi masyarakat dengan responden sebanyak 35 orang. Data sekunder diperoleh dari dinas-dinas yang terkait. Analisis data yang digunakan untuk tujuan I teknik skoring dari faktor internal dan eksternal; tujuan 2 metode analisis deskriptif dengan tabel frekuensi, tujuan 3 analisa statistik Independent Sample T Test tujuan 4 tabel perbandingan, serta analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threaths) di dalam menyusun suatu arahan pengembangan kepariwisataan Kawasan Ratu Boko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obyek wisata Situs Ratu Boko masih memerlukan perbaikan di segala bidang, baik itu dari segi pengelolaan maupun perbaikan fasilitas-fasilitas pendukungnya. Dengan adanya perbaikan-perbaikan tersebut, obyek wisata ini diharapkan dapat memberikan tambahan devisa bagi daerahnya, serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitarnya. Adapun implikasi kebijakan sebagai masukan dalam penyusunan kebijakan pariwisata mendatang di obyek wisata Situs Ratu Boko antara lain kegiatan minat khusus (tracking) yang ada harus dapat yang memadukan obyek wisata budaya dan alam, serta keterkaitannya dengan obyek wisata sejarah lainnya yang mempunyai potensi untuk pengembangan kegiatan ini; untuk pengembangan wisata pendidikan, wisatawan sebaiknya didampingi oleh pemandu wisata; jenis atraksi wisata yang dapat dikembangkan pada obyek wisata ini diharapkan dapat melibatkan adat dan budaya masyarakat di sekitarnya, serta perlu dikembangkannya fasilitas pendukung dan fasilitas pelengkap yang terdapat dalam obyek; pihak pengelola harus mempertimbangkan kembali tentang penentuan harga tiket; pengembangan sumberdaya masyarakat yang ada di lokasi obyek sangat perlu ditingkatkan, terutama dengan adanya berbagai macam penyuluhan dan pelatihan; perlu adanya pengembangannya paket wisata, promosi, dan pemasaran produk baik itu di tingkat lokal, regional maupun internasional.
One of the last historical inheritance forms in Prambanan District is the archeological Ratu Boko Site. In the operating, the tourism object are divided to become three operation areas. In first area is operated by Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala, the second by PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, and the third by the district government. As the tourism object that hoped be able to compete with Borobudur and Prambanan Temple, the archeological Ratu Boko Site still needs some renovations in all of fields. For that reason, this research takes title: "The review of Ratu Boko Site tourism object potentials to supporting the historical and cultural tourism in Prambanan District, Sleman Regency". The goal that wants to be reached from this research is to know the potentials and attractions of the tourism object, tourist profiles and their opinion about the development of this object, the influence of society variety involvement around of it for their economical condition, and the object position in the tourism at local and regional degree. The used method here is a survey research method with analyzing the data result gained from the field both primary and secondary data. The primary data are gained through direct observation at the field and interview using tourist population as much as 100 respondent and the local society population as much as 35 respondent. The secondary data are from government offices and dines in caught. The data analyze used for 1" goal scoring technical from internal and external factors; 2 goal: the descriptive analyze method with frequency table; 3rd goal: statistical analyze Independent Sample T Test, 4th goal: comparation table; and also SWOT analyze (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threaths) in arranging the tourism development direction in Ratu Boko Area. The research result shows that the archeological Ratu Boko Site still needs renovations in all of fields, it best to management although improvement supporting facilities. With this renovations, the Ratu Boko Site to be hoped can give extra income to the district, also to increase safety the society around of it. Meanwhile, the determination implication as input to arrange the following tourism determination at the tourism object Ratu Boko Site are such as in developing the tourism object Ratu Boko Site it is more directed to develop tracking activity and study tour for student complete by guide; attractions of the tourism object and tourism facility need to developed; the ticket prize must be reconsidered; developing human resources with espionage and training, this tourist object also need increasing packet tourist object, the product promotion, and marketing
Kata Kunci : Potensi obyek wisata,Pariwisata sejarah,Budaya,Prambanan,Sleman,DIY