Laporkan Masalah

Ulama Perempuan Pesantren: Biografi Nyai Zainiyah As'ad Situbondo, Jawa Timur 1950-2005

Nihayatus Zaen, Dr. Ahmad Athoillah, M.A.

2026 | Tesis | S2 Sejarah

Penelitian ini membahas biografi Nyai Zainiyah As’ad sebagai ulama perempuan pesantren di Sukorejo, Situbondo sejak awal menjadi Pengasuh Pesantren Putri Sukorejo pada 1950 hingga wafatnya pada 2005. Dalam historiografi pesantren, figur Nyai seringkali termarjinalkan dalam narasi sejarah, meskipun Nyai Zainiyah justru mampu melakukan aktivitas pengajaran, dakwah, serta pendirian pesantren dan majelis keagamaan. Asal usul, kepribadian, gagasan, dan kiprah tersebut menjadi pemantik untuk meneliti kisah hidup Nyai Zainiyah lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan mengungkap riwayat hidup Nyai Zainiyah As’ad dalam realitas sosial keagamaan di lingkungan sekitarnya. Metode penelitian sejarah biografi ini meliputi pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian menggunakan dokumen pesantren dan keluarga, karya literasi dan sumber lisan dari wawancara dengan berbagai pihak yang mengetahui kehidupan Nyai Zainiyah.

 Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyai Zainiyah As’ad memiliki asal usul keturunan ulama, pendiri pesantren, dan aktivis NU yang menjadi modal kulturalnya dalam membangun otoritas keulamaan. Kepribadian Nyai Zainiyah terbentuk dalam lingkungan keluarga ulama dan pesantren yang dilain sisi justru mengajarkan sikap dan karakter yang lebih otonom. Nyai Zainiyah berpandangan bahwa eksistensi sosial-keagamaan perempuan tidak harus selalu resisten terhadap tradisi pesantren yang patriarkal, namun dapat diwujudkan seiring dengan norma yang ada pada realitas keagamaan sehari-hari. Kiprahnya terlihat pada aktivitas dalam melestarikan tradisi pesantren yang biasanya dilakukan oleh dominasi patriarkis. Kisah hidup Nyai Zainiyah menunjukkan bahwa perempuan dalam lingkungan pesantren yang patriarkhal sekalipun, sebenarnya masih tetap bisa menjalankan tradisi pesantren, seperti pelembagaan, pendokumentasian pengetahuan, dan mensosialisasikan nilai-nilai tradisi pesantren.


This study examines the biography of Nyai Zainiyah As’ad as a female pesantren scholar in Sukorejo, Situbondo, since she first became the caretaker of Pesantren Putri Sukorejo in 1950 until her death in 2005. In pesantren historiography, the figure of the nyai has often been marginalized within historical narratives, despite the fact that Nyai Zainiyah actively engaged in teaching, religious preaching, and the establishment of pesantren and religious assemblies. Her genealogical background, personal character, ideas, and socio-religious activities serve as key entry points for a more in-depth exploration of her life history. This research seeks to reveal the life trajectory of Nyai Zainiyah As’ad within the socio-religious realities of her surrounding environment. This study employs a biographical historical research method, which includes topic selection, heuristic research, source criticism, interpretation, and historiographical writing. The sources consist of pesantren and family documents, written literature, as well as oral sources obtained through interviews with individuals who had direct knowledge of Nyai Zainiyah’s life.


The research indicates that Nyai Zainiyah As’ad originated from a lineage of ulama, pesantren founders, and Nahdlatul Ulama activists. Her personality was shaped within an ulama family and pesantren milieu that, on the other hand, fostered relatively autonomous attitudes and character. Nyai Zainiyah viewed women’s socio-religious existence as not necessarily oppositional to patriarchal pesantren traditions, but rather as something that could be realized in harmony with prevailing religious norms in everyday life. Her contributions are evident in her efforts to preserve pesantren traditions that were commonly dominated by patriarchal authority. The life story of Nyai Zainiyah demonstrates that even within a patriarchal pesantren environment, women are able to sustain pesantren traditions, including institutional development, knowledge documentation, and the transmission of pesantren values.


Kata Kunci : Nyai Zainiyah As’ad, Ulama Perempuan, Pesantren, Nyai Pesantren

  1. S2-2026-510151-abstract.pdf  
  2. S2-2026-510151-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-510151-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-510151-title.pdf