Pemanfaatan TikTok Sebagai Media Promosi Pariwisata Di-Desa Ekowisata Pancoh, Daerah Istimewa Yogyakarta
Hulda Lidiasoruwe, Dr. Runavia Mulyasari., MA
2026 | Skripsi | PARIWISATA
Penelitian
ini mengkaji bagaimana TikTok dimanfaatkan sebagai media promosi pariwisata
pada sebuah desa berbasis ekowisata di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Platform ini dipilih karena tingkat popularitasnya yang tinggi, khususnya di
kalangan generasi muda, serta kemampuannya dalam menyajikan konten visual
singkat yang menarik dan berpotensi viral. Pengelola destinasi memanfaatkan
berbagai fitur TikTok, seperti video berdurasi pendek, penggunaan musik
populer, tren atau tantangan, tagar, dan kolom komentar untuk menampilkan
keindahan alam, aktivitas wisata, budaya lokal, serta ragam paket wisata yang
ditawarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan TikTok memberikan
dampak positif terhadap peningkatan visibilitas destinasi, perluasan jangkauan
audiens, serta peningkatan minat berkunjung wisatawan. Konten yang dikemas
secara kreatif, informatif, dan konsisten mampu membangun citra positif sebagai
destinasi ekowisata yang edukatif, ramah lingkungan, dan berbasis kearifan
lokal. Selain itu, interaksi yang terjalin melalui komentar, tanda suka, dan
fitur berbagi turut memperkuat hubungan antara pengelola dan calon pengunjung
dan juga menjadi contoh nyata penerapan teknologi digital dalam pengembangan
pariwisata berbasis masyarakat yang kreatif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Meski demikian, terdapat sejumlah kendala yang ditemukan, antara lain
keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman mengenai strategi
pemasaran digital, pengelolaan akun yang belum optimal, serta ketergantungan
terhadap tren yang terus berubah. Oleh sebab itu, disarankan adanya pelatihan
khusus terkait pengelolaan media sosial, penyusunan perencanaan konten yang
lebih terstruktur, serta pelaksanaan evaluasi secara berkala agar promosi
melalui TikTok dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
This
study examines how TikTok is used as a tourism promotion medium in an
ecotourism-based village in the Special Region of Yogyakarta. This platform was
chosen due to its high popularity, particularly among the younger generation,
and its ability to present engaging, short visual content with the potential to
go viral. Destination managers utilize various TikTok features, such as short
videos, popular music, trends or challenges, hashtags, and comment sections to
showcase the natural beauty, tourist activities, local culture, and the variety
of tour packages offered. The results show that utilizing TikTok has a positive
impact on increasing destination visibility, expanding audience reach, and
increasing tourist interest. Creatively packaged, informative, and consistent
content helps build a positive image as an educational, environmentally
friendly, and local wisdom-based ecotourism destination. Furthermore,
interactions through comments, likes, and sharing features strengthen the
relationship between managers and potential visitors and serve as a concrete
example of the application of digital technology in developing creative,
participatory, and sustainable community-based tourism. However, several
obstacles were identified, including limited human resources with an
understanding of digital marketing strategies, suboptimal account management,
and dependence on constantly changing trends. Therefore, it is recommended that
special training be provided on social media management, more structured
content planning, and regular evaluations be conducted to ensure more TikTok
can run well and sustainably.
Kata Kunci : TikTok, Media promosi pariwisata, Desa berbasis ekowisata/TikTok, Tourism promotion media, Ecotourism-based villages