Evaluasi Kinerja Seismik Jembatan di Atas Tanah Lunak Secara Nonlinear Time History (Studi Kasus : Jalan Tol Semarang-Demak)
Refi Cindi Meilani, Angga Fajar Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Teknik Sipil
Jembatan merupakan infrastruktur
strategis yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap beban gempa,
khususnya pada elemen pilar yang sering menjadi komponen paling kritis dalam
menahan respons seismik. Kerentanan tersebut semakin meningkat pada jembatan
yang dibangun di atas tanah lunak, karena karakteristik tanah ini cenderung
memperbesar amplitudo dan memperpanjang durasi getaran gempa, sehingga
berpotensi meningkatkan risiko kerusakan struktural. Oleh karena itu,
perencanaan dan evaluasi sistem struktur jembatan dengan kapasitas seismik yang
memadai menjadi hal yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi respons dinamik dan kinerja seismik jembatan yang berdiri di atas
tanah lunak dengan menggunakan metode Nonlinear Time History Analysis
(NLTH).
Analisis dilakukan pada model
jembatan sistem PCU-Girder dengan dua bentang dan tiga pilar utama, yang
dilengkapi dengan Elastomeric Rubber Bearing (ERB) dan stopper bar
anchorage sebagai perangkat peredam tambahan. Riwayat gempa dimodelkan
menggunakan pendekatan site-specific seismic analysis melalui perangkat
lunak DEEPSOIL hingga kedalaman 80 m, berdasarkan kondisi geoteknik lokasi
studi di Demak, Jawa Tengah, sehingga karakteristik gempa yang digunakan
merepresentasikan kondisi lapangan secara realistis. Pemodelan dan analisis
struktur jembatan dilakukan menggunakan perangkat lunak STKO dengan parameter
respons utama yang dianalisis meliputi perpindahan pilar, gaya geser dasar, dan
hubungan momen–kurvatur untuk menentukan tingkat kinerja seismik struktur.
Hasil analisis menunjukkan bahwa
respons struktur dipengaruhi secara signifikan oleh karakteristik gempa serta
variasi geometri pilar berupa tinggi dan kekakuan pilar. Pilar dengan
ketinggian yang lebih besar cenderung mengalami perpindahan maksimum yang lebih
tinggi akibat kekakuan lateral yang lebih rendah, sedangkan pilar dengan
geometri ketinggian lebih kecil menunjukkan respons perpindahan yang lebih
kecil. Evaluasi gaya geser dasar menunjukkan bahwa seluruh pilar masih bekerja
di bawah kapasitas geser rencana, sehingga tidak terjadi kegagalan geser.
Analisis hubungan momen–kurvatur memperlihatkan perilaku nonlinier yang
masih berada dalam rentang elastis, dengan tingkat kinerja struktur berdasarkan
klasifikasi NCHRP (2013) berada pada kategori fully operational (FO).
Selain itu, hasil analisis tegangan–regangan ERB menunjukkan bahwa sistem
perletakan mampu mendisipasi energi gempa secara efektif, dengan deformasi yang
terjadi masih berada di bawah batas ultimit. Secara keseluruhan, hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa jembatan memiliki kinerja seismik yang sangat
baik dan tetap berfungsi secara optimal setelah mengalami beban gempa.
Bridges are strategic infrastructure systems that exhibit
a high level of vulnerability to seismic loading, particularly in pier
elements, which often represent the most critical components in resisting
seismic responses. This vulnerability is further intensified for bridges
constructed on soft soil, as such soil conditions tend to amplify ground motion
amplitudes and prolong the duration of seismic shaking, thereby increasing the
potential risk of structural damage. Therefore, the planning and evaluation of
bridge structural systems with adequate seismic capacity are of paramount
importance. This study aims to evaluate the dynamic response and seismic
performance of a bridge founded on soft soil using the Nonlinear Time History
Analysis (NLTH) method.
The analysis is conducted on a PCU-girder bridge model
consisting of two spans and three main piers, equipped with Elastomeric Rubber
Bearings (ERBs) and stopper bar anchorages as supplemental energy dissipation
devices. Seismic input motions are generated using a site-specific seismic
analysis approach through DEEPSOIL software up to a depth of 80 m, based on the
geotechnical conditions of the study area in Demak, Central Java, Indonesia,
ensuring that the selected ground motions realistically represent field
conditions. Structural modeling and seismic analysis of the bridge are
performed using STKO, with key response parameters including pier displacement,
base shear, and moment–curvature relationships evaluated to determine the
seismic performance level of the structure.
The results indicate that the structural response is
significantly influenced by earthquake characteristics as well as variations in
pier geometry, particularly pier height and lateral stiffness. Taller piers
tend to experience larger maximum displacements due to lower lateral stiffness,
whereas piers with smaller heights exhibit reduced displacement responses. The
base shear evaluation shows that all piers remain within their design shear
capacities, indicating that no shear failure occurs. The moment–curvature
analysis reveals nonlinear behavior that remains within the elastic range, with
the structural performance level classified as fully operational (FO) according
to the NCHRP (2013) criteria. Furthermore, the stress–strain response of the
ERBs demonstrates that the bearing system is capable of effectively dissipating
seismic energy, with deformation demands remaining below the ultimate limit.
Overall, the findings indicate that the bridge exhibits excellent seismic
performance and remains fully functional after being subjected to seismic
loading.
Kata Kunci : Jembatan, tanah lunak, nonlinear time history, ERB, performa seismik