Model Penilaian Kesiapan Adopsi ERP Untuk Organisasi Pemerintah Dengan Pendekatan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM)
R. Wahjoe Witjaksono, Prof. Dr. Tri Kuntoro Priyambodo, M.Sc.; Dr. Mardhani Riasetiawan, SE Ak, M.T.
2026 | Disertasi | S3 Ilmu Komputer
Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan sistem terpadu yang banyak digunakan oleh perusahaan swasta besar. Penerapannya di sektor publik memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. Namun, organisasi pemerintah perlu terlebih dahulu menilai tingkat kesiapan mereka untuk memastikan keberhasilan implementasi ERP. Meskipun penting, penelitian tentang kesiapan ERP masih terbatas, terutama di negara-negara berkembang.
Penelitian ini mengembangkan dan menguji secara empiris model kesiapan adopsi ERP untuk organisasi pemerintah di Indonesia menggunakan pendekatan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dan Importance Performance Map Analysis (IPMA). Untuk mengisi kesenjangan dalam literatur, penelitian ini mengusulkan kerangka kerja Technology, Organization, Environment, People, dan Process (TOEPP), yang merupakan perluasan dari model TOE klasik dengan menambahkan dimensi People dan Process. Berdasarkan data dari 268 pegawai pemerintah daerah, temuan menunjukkan bahwa kelima konstruk TOEPP memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesiapan ERP.
Kontribusi teoritis dari penelitian ini terletak pada penguatan kerangka kerja TOEPP dalam konteks transformasi digital sektor publik. Secara praktis, model ini berfungsi sebagai panduan evaluatif bagi para pembuat kebijakan dan manajer TI dalam merancang strategi adopsi ERP yang efektif di lingkungan birokrasi. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik untuk menilai kesiapan transformasi digital di sektor publik. Hasilnya memberikan wawasan penting untuk memperkuat inisiatif ERP, meningkatkan kesiapan organisasi, dan meningkatkan peluang keberhasilan implementasi. Selain itu, penelitian ini mengisi kesenjangan penelitian terkait persiapan pra-implementasi ERP dan menawarkan kerangka kerja yang komprehensif untuk lembaga pemerintah.
Enterprise Resource Planning (ERP) is an integrated system widely used by large private companies. Its adoption in the public sector has enormous potential to improve operational efficiency and effectiveness. However, government organizations need to first assess their level of readiness to ensure the success of ERP implementation. Despite its importance, research on ERP readiness is still limited, especially in developing countries.
This study develops and empirically tests an ERP adoption readiness model for government organizations in Indonesia using the Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) and Importance Performance Map Analysis (IPMA) approach. To fill the gap in the literature, this study proposes the Technology, Organization, Environment, People, and Process (TOEPP) framework, which is an extension of the classic TOE model by adding the dimensions of People and Process. Based on data from 268 local government employees, the findings show that the five TOEPP constructs have a significant effect on ERP readiness.
The theoretical contribution of this study lies in strengthening the TOEPP framework in the context of public sector digital transformation. Practically, this model serves as an evaluative guide for policymakers and IT managers in designing effective ERP adoption strategies in bureaucratic environments. This study emphasizes the importance of a holistic approach to assessing digital transformation readiness in the public sector. The results provide important insights to strengthen ERP initiatives, improve organizational readiness, and increase the chances of successful implementation. In addition, this study fills the research gap related to ERP pre-implementation preparation and offers a comprehensive framework for government agencies.
Kata Kunci : ERP readiness, pre-implementation, adoption, local government, PLS-SEM, IPMA, ERP, public sector, TOEPP model.