Laporkan Masalah

Intersectionality and Resistance in Palestinian-American Women's Narrative in Etaf Rum's Evil Eye

Yosafira Alma Kartika, Dr. Nur Saktiningrum, M. Hum.

2026 | Skripsi | SASTRA INGGRIS

Novel Evil Eye (2023) karya Etaf Rum mengisahkan kehidupan Yara, seorang perempuan Palestina-Amerika yang dibentuk oleh penindasan yang saling beririsan dalam hal gender, budaya, ras, dan trauma antargenerasi. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor interseksional yang membentuk konstruksi identitas Yara, manifestasi empat domain kekuasaan dalam Matrix of Domination menurut Collins pada penindasan sistemik yang dihadapinya, serta strategi yang ia gunakan untuk melawan atau menyesuaikan diri dengan situasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, dengan menggunakan teori interseksionalitas Crenshaw dan konsep Matrix of Domination Collins untuk menganalisis bukti tekstual berupa narasi dan dialog dari novel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Yara dibentuk oleh persimpangan antara patriarki, rasialisasi, kepercayaan, dan trauma antargenerasi akibat keterpisahan dari tanah air. Sistem-sistem yang tumpang tindih ini menempatkan Yara dalam berbagai bentuk penindasan di domain struktural, disiplin, hegemonik, dan interpersonal. Sebagai respons, Yara menavigasi kelangsungan hidup melalui bentuk-bentuk konformitas dengan mengikuti ekspektasi domestik dan regulasi diri, serta perlawanan, yang termanifestasi sebagai penegasan diri yang halus, ekspresi kreatif, dan pada akhirnya konfrontasi langsung, yang berpuncak pada keputusannya untuk bercerai. Secara keseluruhan, studi ini menyoroti bagaimana Evil Eye menggambarkan penindasan interseksional dalam kehidupan sehari-hari dan menunjukkan bagaimana perlawanan dapat muncul melalui tindakan langsung maupun reklamasi identitas pribadi.

Etaf Rum's Evil Eye (2023) depicts the life of Yara, a Palestinian-American woman shaped by the intersecting oppressions of gender, race, religion, and intergenerational trauma. This study investigates intersectional factors that shape Yara's identity construction, the manifestation of Collins's four domains within the Matrix of Domination in the systemic oppressions she faces, and the strategies she employs to either resist or conform to these situations. This research employs a qualitative methodology, utilizing Crenshaw’s intersectionality and Collins’s Matrix of Domination to examine narrative and dialogue-driven textual evidence from the novel. The results reveal that Yara's identity is shaped by the intersection of patriarchy, racialization, immigrant cultural expectations, and generational trauma stemming from displacement. These overlapping systems situated her in various forms of oppression in structural, disciplinary, hegemonic, and interpersonal domains. In response, Yara navigates survival through both conformity by adhering to domestic expectations and self-regulation, and resistance, which manifests as subtle self-assertion, creative expression, and ultimately direct confrontation, culminating in her decision to leave her marriage. Overall, the study highlights how Evil Eye illustrates intersectional oppression in daily life and shows how resistance can arise through both direct acts and the personal reclaiming of identity.

Kata Kunci : Evil Eye, perempuan Palestina-Amerika, konstruksi identitas, interseksionalitas, Matrix of Domination, penindasan sistemik, kajian sastra feminis

  1. S1-2026-473081-abstract.pdf  
  2. S1-2026-473081-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-473081-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-473081-title.pdf