Analisis Usulan Skema Integrasi Untuk Perbaikan Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Kasus PT Hutama Karya (Persero) Dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk Dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)
ERIC WIRABUANA, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D.,
2026 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Penelitian ini
menganalisis usulan skema merger antara tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
sektor konstruksi, yaitu PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero)
Tbk, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, sebagai strategi korporasi untuk
memperbaiki kinerja keuangan dan mengurangi inefisiensi persaingan internal.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat leverage, tekanan
likuiditas, serta melemahnya profitabilitas yang dihadapi BUMN konstruksi di
tengah tuntutan percepatan pembangunan infrastruktur dan reformasi BUMN
nasional. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan
mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif
dilakukan melalui evaluasi rasio keuangan historis periode 2019–2024,
penyusunan laporan keuangan proforma, serta simulasi proyeksi arus kas dan
valuasi berbasis Free Cash Flow to the Firm (FCFF) dan Discounted Cash Flow
(DCF) untuk periode 2025–2030. Analisis kualitatif diperoleh melalui wawancara
mendalam dengan manajemen internal PT Hutama Karya guna mengidentifikasi
risiko, manfaat, dan tantangan implementasi integrasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kedua skema integrasi mampu memperbaiki struktur keuangan
secara agregat dibandingkan kondisi pra-integrasi. Namun demikian, skema merger
penuh menghasilkan arus kas yang lebih stabil dan nilai kini kumulatif yang
lebih tinggi dibandingkan skema akuisisi, mencerminkan risiko keuangan yang
lebih rendah dan keberlanjutan kinerja jangka menengah yang lebih baik.
Perbaikan kinerja terutama tercermin pada penurunan tingkat leverage,
stabilisasi likuiditas, serta peningkatan efisiensi operasional. Temuan
kualitatif mengindikasikan bahwa meskipun merger menghadapi tantangan integrasi
organisasi dan budaya, risiko tersebut dinilai dapat dikelola melalui
perencanaan integrasi yang bertahap dan penguatan tata kelola pasca-merger.
This
study analyzes proposed integration schemes among three Indonesian state-owned
construction enterprises (SOEs), namely PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita
Karya (Persero) Tbk, and PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, as a corporate strategy
to improve financial performance and reduce inefficiencies arising from
internal competition. The research is motivated by persistently high leverage
levels, liquidity pressure, and declining profitability faced by construction
SOEs amid accelerated national infrastructure development and ongoing SOE
reform initiatives.
The
study adopts a mixed-methods approach combining quantitative and qualitative
analyses. Quantitatively, the research evaluates historical financial ratios
for the 2019–2024 period, constructs pro forma consolidated financial
statements, and performs cash flow projections and firm valuation using the
Free Cash Flow to the Firm (FCFF) and Discounted Cash Flow (DCF) frameworks for
the 2025–2030 period. Qualitative insights are obtained through in-depth
interviews with senior management of PT Hutama Karya to identify integration
risks, benefits, and implementation challenges.
The
results indicate that both integration schemes—full merger and structured
acquisition—improve aggregate financial structure compared to pre-integration
conditions. However, the full merger scheme produces more stable cash flows and
a higher cumulative present value than the acquisition scheme, reflecting lower
financial risk and stronger medium-term sustainability. Improvements are
primarily reflected in reduced leverage, improved liquidity stability, and
enhanced operational efficiency. Qualitative findings suggest that although
full merger entails organizational and cultural integration challenges, these
risks are manageable through phased integration planning and strengthened
post-merger governance.
Kata Kunci : Merger BUMN, Kinerja Keuangan, Industri Konstruksi, Sinergi Keuangan, Integrasi Pasca-Merger