Laporkan Masalah

MANAJEMEN RISIKO PADA RANTAI PASOK GARAM MADURA

Solehatun Munawaroh, Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P. ; Dr.rer.nat. Ir. R. Wahyu Supartono.

2026 | Tesis | S2 Teknologi Industri Pertanian

Garam merupakan komoditas strategis yang berperan penting bagi sektor 

pangan dan industri di Indonesia, namun pelaku dalam rantai pasok garam masih 

menghadapi berbagai risiko yang berdampak pada kualitas produk serta proporsi 

biaya logistik, terutama di Madura sebagai sentra utama produksi nasional. 

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi 

risiko pada setiap tier rantai pasok garam Madura, sekaligus menilai kualitas produk 

yang terdampak risiko. Penelitian menggunakan metode Rapid Agricultural Supply 

Chain Risk Assessment (RapAgRisk) yang mengacu pada ISO 31000:2018. Data 

dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap 64 

responden yang terdiri atas petani, pengepul, pedagang besar, dan pengecer di 

Kabupaten Sampang dan Sumenep. Analisis risiko dilakukan menggunakan 

matriks probability, severity dan capacity to manage risk, sedangkan analisis mutu 

meliputi pengujian kadar air dan NaCl. Hasil penelitian menunjukkan 17 jenis 

risiko utama, dengan risiko tertinggi pada tier petani berupa curah hujan tinggi dan 

penyimpanan di tempat terbuka (kategori high expected loss dan high 

vulnerability). Uji mutu menunjukkan bahwa pada kondisi risiko panen dini (R.T.2) 

kadar air mencapai 5,21?n NaCl 92,38%, sedangkan pada risiko kontaminasi 

lumpur akibat geomembran bocor (R.T.5) kadar air meningkat hingga 8,70?n 

NaCl menurun menjadi 87,29%. Nilai kadar air pada R.T.5 melebihi ambang batas 

SNI ?7%, menandakan penurunan kualitas akibat pemanenan yang terlalu cepat 

karena faktor cuaca, sementara seluruh sampel yang terdampak risiko belum 

memenuhi standar SNI ?94% untuk kadar NaCl. Strategi yang diusulkan pada dua 

risiko prioritas meliputi penyediaan tandon untuk menampung air tua agar tidak 

bercampur dengan air hujan dan pembentukan koperasi garam dengan penyediaan 

gudang penyimpanan bersama yang dikelola dengan sistem sewa.  

Salt is a strategic commodity that plays an important role in Indonesia's food 

and industrial sectors. However, actors in the salt supply chain still face various 

risks that affect product quality and logistics costs, especially in Madura, the main 

center of national production. This study aims to identify, analyze, and mitigate 

risks at each tier of the Madura salt supply chain, while assessing the quality of 

products affected by these risks. The study used the Rapid Agricultural Supply 

Chain Risk Assessment (RapAgRisk) method, which refers to ISO 31000:2018. 

Data were collected through field observations and in-depth interviews with 64 

respondents consisting of farmers, collectors, wholesalers, and retailers in Sampang 

and Sumenep Regencies. Risk analysis was conducted using a probability, severity, 

and capacity to manage risk matrix, while quality analysis included testing for 

moisture and NaCl content. The results of the study showed 17 main types of risks, 

with the highest risk at the farmer tier being high rainfall and storage in open areas 

(high expected loss and high vulnerability categories). Quality tests showed that 

under early harvest risk conditions (R.T.2), the moisture content reached 5.21% and 

NaCl 92.38%, while under the risk of mud contamination due to geomembrane 

leakage (R.T.5), the moisture content increased to 8.70% and NaCl decreased to 

87.29%. The moisture content value in R.T.5 exceeded the SNI threshold of ?7%, 

indicating a decline in quality due to premature harvesting due to weather factors, 

while all samples affected by the risk did not meet the SNI standard of ?94% for 

NaCl content. The proposed strategies for the two priority risks include providing 

reservoirs to collect old water so that it does not mix with rainwater and forming a 

salt cooperative with the provision of shared storage warehouses managed under a 

rental system.  

Kata Kunci : RapAgRisk, Manajemen risiko, Rantai pasok garam, Kualitas garam, Garam Madura.

  1. S2-2026-529488-abstract.pdf  
  2. S2-2026-529488-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-529488-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-529488-title.pdf