Laporkan Masalah

Menantang Narasi Penyelamatan: Penggambaran Perlawanan Perempuan dalam Novel "As Long as the Lemon Trees Grow"

Nafisha Aulia Salsabila, Dr. Diah Kusumaningrum, S.IP., M.A.

2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Perempuan, utamanya perempuan Muslim di negara Selatan, yang tinggal di daerah konflik seringkali digambarkan sebagai kelompok yang penuh keterbatasan dan dipinggirkan. Mereka dianggap sebagai subjek yang lemah dan membutuhkan bantuan dari pihak lain. Bahkan, penggambaran perempuan Muslim di media-media Barat berkonotasi negatif. Namun, berbanding terbalik dengan penggambaran yang selama ini ada, novel As Long as the Lemon Trees Grow hadir untuk mematahkan stereotip mengenai perempuan Dunia Ketiga yang tertindas. Menggunakan metode content analysis, skripsi ini berargumen bahwa novel tersebut menggambarkan perjuangan politik perempuan di Suriah sebagai proses pengambilan pilihan hidup sehari-hari, di tengah aneka keterbatasan yang ada, tanpa menggantungkan nasib hidupnya kepada pihak lain—laki-laki, keluarga, negara, masyarakat internasional, dan sebagainya. Ada empat kategori narasi yang muncul dalam novel, yaitu agensi perempuan; relasi kekuasaan dan patriarki; wacana penyelamatan dan narasi Barat; serta identitas dan trauma sebagai sumber resistensi politik. Novel ini menjadi narasi alternatif dalam kajian Hubungan Internasional untuk memahami perempuan di negara-negara Selatan, khususnya perempuan pengungsi Muslim, dengan menentang stereotip yang selama ini melekat pada mereka.

Women, especially Muslim women in the South, who live in conflict areas are often portrayed as a marginalized group with many limitations. They are considered as incapacitated subjects who need help from others. In fact, the portrayal of Muslim women in Western media has negative connotations. However, contrary to existing portrayals, the novel As Long as the Lemon Trees Grow breaks the stereotype of oppressed Third World women. By using content analysis, this thesis argues that the novel depicts the political struggle of women in Syria as a process of making daily life choices, amid various limitations, without relying on others—men, family, the state, the international community, and so on—to determine their fate. There are four narrative categories that emerge in the novel, namely women's agency; power relations and patriarchy; the discourse of salvation and Western narratives; and identity and trauma as sources of political resistance. This novel becomes an alternative narrative in International Relations studies to understand women in Southern countries, especially Muslim refugee women, by challenging the stereotypes that have long been attached to them.

Kata Kunci : As Long as the Lemon Trees Grow, perempuan, perlawanan, penyelamatan

  1. S1-2026-497172-abstract.pdf  
  2. S1-2026-497172-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-497172-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-497172-title.pdf