Pemaknaan Syair Empat Musim dalam Manuskrip Tuhfatu al-Muridin (Salinan Syekh Muhammad Azhari): Kajian Filologi dan Semiotika Budaya Yuri Lotman
Kamila Nida'unnada, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum.
2026 | Tesis | S2 Sastra/Kajian Timur Tengah
Manuskrip Tuhfatu al-Muridin merupakan
teks keilmuan falak Islam yang berfungsi sebagai panduan penentuan waktu ibadah
dan kalender, serta digunakan dalam praktik keagamaan masyarakat Palembang pada
abad ke-19. Selain memuat pembahasan teknis mengenai peredaran benda langit,
manuskrip ini juga mengandung Syair Empat Musim yang bersifat puitik dan
simbolik, namun belum banyak dikaji dari sisi pemaknaannya. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi filologis manuskrip Tuhfatu
al-Muridin, menyajikan suntingan teks dan terjemahan berdasarkan naskah
dasar salinan Syekh Muhammad Azhari, serta menganalisis struktur, fungsi, dan
pemaknaan Syair Empat Musim menggunakan pendekatan semiotika budaya Yuri
Lotman.
Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan filologi, meliputi kodikologis,
perbandingan naskah, kritik teks, serta penyusunan suntingan teks dan
terjemahan. Analisis semiotika budaya diterapkan untuk membaca Syair Empat
Musim sebagai sistem tanda yang bekerja dalam semiosfer keilmuan falak Islam.
Data historis dan wawancara turut digunakan untuk memperkuat konteks transmisi
dan penggunaan manuskrip.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa salinan Syekh Muhammad Azhari layak ditetapkan sebagai naskah
dasar karena kelengkapan struktur teks dan otoritas intelektual penyalinnya.
Proses penyuntingan mengungkap berbagai jenis kesalahan penyalinan yang
didominasi oleh kesalahan mekanis, mencerminkan dinamika transmisi manuskrip
abad ke-19. Analisis semiotika budaya menunjukkan bahwa Syair Empat Musim
berfungsi sebagai sistem pemodelan sekunder yang memaknai relasi antara musim,
tubuh manusia, dan kosmos. Penelitian ini menegaskan bahwa Tuh?fatu
al-Muri?di?n merupakan teks keilmuan falak yang memadukan pengetahuan
ilmiah dan makna budaya, serta diharapkan dapat menjadi dasar bagi kajian
lanjutan, khususnya oleh para ahli ilmu falak.
The manuscript
Tuhfatu al-Muridin is a work of Islamic astronomical knowledge (ilm
al-falak) that functioned as a guide for determining prayer times and
calendrical calculations, and it was used in religious practice in Palembang
during the nineteenth century. In addition to its technical discussions of
celestial movements, the manuscript also contains the Poem of the Four Seasons,
a poetic and symbolic text whose meaning has received little scholarly
attention. This study aims to describe the philological condition of the Tuhfatu
al-Muridin manuscript, to present a critical edition and Indonesian
translation based on the base manuscript copied by Shaykh Muhammad Azhari, and
to analyze the structure, function, and interpretation of the Poem of the Four
Seasons using Yuri Lotman’s cultural semiotics.
This research employs a qualitative method with
a philological approach, including codicological, manuscript comparison,
textual criticism, and the preparation of a critical edition and translation.
Cultural semiotics is applied to interpret the Poem of the Four Seasons as a
system of signs operating within the semiosphere of Islamic astronomical
knowledge. Historical data and interviews are also used to strengthen the
contextual understanding of the manuscript’s transmission and use.
The findings indicate that the copy transcribed
by Shaykh Muhammad Azhari is suitable to be established as the base manuscript
due to its textual completeness and the intellectual authority of the scribe.
The textual editing process reveals various types of scribal errors,
predominantly mechanical, reflecting the dynamics of nineteenth-century
manuscript transmission. Semiotic analysis demonstrates that the Poem of the
Four Seasons functions as a secondary modeling system that articulates the
relationship between seasons, the human body, and the cosmos. This study
demonstrates that Tuh?fatu al-Muri?di?n integrates scientific knowledge
with cultural meaning and is expected to provide a foundation for further
research, particularly by scholars of Islamic astronomy.
Kata Kunci : Filologi, Manuskrip Falak, Semiotika Budaya Yuri Lotman, Syair Empat Musim, Tuh?fatu al-Muri?di?n