Laporkan Masalah

PENYEMBUHAN INNER CHILD MELALUI INTERAKSI SOSIAL DAN REFLEKSI DIRI TOKOH NORA SEED DALAM THE MIDNIGHT LIBRARY KARYA MATT HAIG

Hayuningrum Prabawanti, Achmad Munjid, M.A., Ph.D.

2026 | Tesis | S2 Sastra

Penelitian ini menganalisis proses penyembuhan inner child tokoh Nora Seed dalam novel The Midnight Library karya Matt Haig dengan menggunakan teori inner child John Bradshaw sebagai kerangka teoretis utama. Penelitian ini berfokus pada peran interaksi sosial dan refleksi diri dalam pemulihan luka batin tokoh. Luka masa kecil Nora dipahami sebagai akibat dari pengalaman emosional yang tidak tervalidasi, yang termanifestasi dalam bentuk toxic shame, kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi (unmet emotional needs), dan hilangnya jati diri autentik (lost self). Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan metode analisis konten kualitatif terhadap narasi dan dialog dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Midnight Library berfungsi sebagai ruang simbolik yang aman dan bersifat liminal, yang memungkinkan Nora mengambil jarak dari tekanan dunia nyata dan melakukan refleksi diri. Interaksi sosial, khususnya dengan figur Mrs.Elm sebagai representasi fungsi re-parenting yang tidak menghakimi, memberikan pengalaman emosional korektif yang mendukung proses penyembuhan. Refleksi melalui berbagai kehidupan alternatif menuntun Nora pada penerimaan terhadap ketidaksempurnaan hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyembuhan inner child merupakan proses integratif antara relasi sosial dan refleksi internal, yang berpuncak pada penerimaan diri dan keputusan untuk hidup secara lebih otentik.

This study examines the inner child healing process experienced by Nora Seed in Matt Haig’s The Midnight Library, employing John Bradshaw’s inner child theory as its primary theoretical framework. The research focuses on the roles of social interaction and self-reflection in the recovery of childhood emotional wounds. Nora’s wounds are understood as resulting from emotionally invalidating childhood experiences, manifested as toxic shame, unmet emotional needs, and the loss of an authentic self. Using a literary psychology approach and qualitative content analysis of narrative and dialogue, this study finds that the Midnight Library functions as a safe, liminal symbolic space that allows Nora to distance herself from the pressures of reality and engage in reflective exploration. Social interactions, particularly with Mrs. Elm as a representation of non-judgmental re-parenting, provide corrective emotional experiences that support healing. Reflection through alternative lives leads Nora toward acceptance of life’s imperfections. This study concludes that inner child healing is an integrative process combining social relations and internal reflection, culminating in self-acceptance and the choice to live more authentically.

Kata Kunci : inner child, penyembuhan psikologis, refleksi diri, interaksi sosial, The Midnight Library

  1. S2-2026-513038-abstract.pdf  
  2. S2-2026-513038-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-513038-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-513038-title.pdf