Identifikasi Buzzer Politik Ridwan Kamil- Suswono dalam Pilkada DKI Jakarta 2024: Analisis Big Data
Rahma Kintara Saniya Dafin, Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia, S.I.P., M.A.
2025 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN
Penelitian ini berangkat dari problematika maraknya keterlibatan buzzer politik dalam kontestasi elektoral di Indonesia, khususnya Pilkada DKI Jakarta 2024. Kehadiran buzzer tidak hanya memperkuat distribusi informasi, tetapi juga membentuk penonjolan isu dan persepsi publik secara terkoordinasi. Studi ini menganalisis bagaimana buzzer membangun narasi pasangan Ridwan Kamil–Suswono melalui kerangka agenda setting. Metode yang digunakan adalah Big Data dengan analisis sentimen dan Corpus-Assisted Discourse Studies (CADS) untuk memetakan sentimen serta mengklasifikasi wacana dalam percakapan Twitter dengan dua kata kunci: rido juara dan rido satu. Hasil penelitian menunjukkan masing-masing kata kunci mengandung 9-10% buzzer dalam 65-69% sentimen positif. Pemetaan wacana CADS juga menemukan perbedaan modus narasi signifikan. Kata kunci rido juara didominasi Emosi & Persepsi Positif (388 sebutan) yang menekankan citra kemenangan, optimisme, dan superioritas kandidat. Sebaliknya, rido satu lebih menekankan Partai Afiliasi (544 sebutan), Program & Janji (347 sebutan), serta Afiliasi Tokoh Politik Lain (311 sebutan). Membaca hasil ini melalui agenda setting level pertama dan kedua, dapat disimpulkan bahwa buzzer mengatur bukan hanya isu yang ditonjolkan, tetapi juga atribut yang melekat pada kandidat: pencitraan afektif hingga legitimasi institusional. Penelitian ini menegaskan praktik buzzer berperan membangun bandwagon effect sekaligus memperkuat legitimasi politik melalui propaganda digital terkoordinasi.
This study originates from the growing issue of political buzzers’ involvement in electoral contests in Indonesia, particularly the 2024 Jakarta gubernatorial election. The presence of buzzers not only strengthens information distribution but also shapes issue and public perception in a coordinated manner. This research analyzes how buzzers construct narratives about the Ridwan Kamil–Suswono candidacy through the agenda-setting framework. The methods employed are Big Data with sentiment analysis and Corpus- Assisted Discourse Studies (CADS) to map sentiments and classify discourses in Twitter conversations using two keywords: rido juara and rido satu. The findings indicate that each keyword contains 9–10% buzzer activity within 65–69% positive sentiment. CADS discourse mapping also reveals significant differences in narrative modes. The keyword rido juara is dominated by Emotion & Positive Perception (388 mentions), emphasizing victory, optimism, and candidate superiority. In contrast, rido satu places greater emphasis on Party Affiliation (544 mentions), Programs & Promises (347 mentions), and Affiliation with Other Political Figures (311 mentions). Interpreted through first- and second-level agenda setting, the results suggest buzzers shape not only issues highlighted but also candidate attributes: from affective imagery to institutional legitimacy. This study underscores that buzzer practices build a bandwagon effect while reinforcing political legitimacy through coordinated digital propaganda.
Kata Kunci : buzzer politik, Big Data, Pilkada DKI Jakarta.