Estimasi Revaluasi Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan Peta Zona Nilai Tanah (ZNT) Dalam Rangka Optimalisasi Potensi PBB-P2. (Studi Kasus : Kalurahan Panggungharjo dan Kalurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul).
WHILDAN AL FAIS, Fatima Putri Prativi, S.T., M.Ec.Dev.
2025 | Tugas Akhir | D4 Manajemen dan Penilaian Properti
Kalurahan Panggungharjo dan Kalurahan
Bangunharjo merupakan kalurahan yang berada di Kecamatan Sewon, Kabupaten
Bantul begian utara yang berbatasan secara langsung dengan Kota Yogyakarta.
Kedua Kalurahan ini memiliki letak geografis yang strategis, penghubung antara
Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta dan masuk dalam Kawasan Aglomerasi.
Akibatnya, kedua kalurahan ini mengalami perkembangan harga pasar tanah yang
signifikan. Namun, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) kedua kalurahan ini terakhir
dihitung tahun 2020, hal ini mengakibatkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) menjadi
tidak sesuai (under value) dengan kondisi harga pasar tanah saat ini.
Padahal menurut UU Nomor 1 Tahun 2022, NJOP harus diperbaharui minimal 3 tahun
sekali. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini menjadi diperlukan,
yaitu dengan cara menilai harga pasar tanah (saat ini) menggunakan penilaian
massal yang menghasilkan output revaluasi estimasi Nilai Jual Objek Pajak
(NJOP) dan Peta Zona Nilai Tanah (ZNT), menghitung tingkat kenaikan NJOP serta
menghitung potensi PBB-P2. Analisis yang dilakukan menghasilkan 17 zona, zona
tersebut memiliki Nilai Indikasi Rata-Rata (NIR) terendah Rp651.00,00 dengan
NJOP baru Rp702.000,00 (Kelas 68) dan Nilai Indikasi Rata-Rata (NIR) tertinggi
Rp7.710.000,00 dengan NJOP baru Rp7.455.000,00 (Kelas 42). Penelitian ini
menunjukkan NJOP Bumi di Kalurahan Panggungharjo dan Kalurahan Bangunharjo
masih dibawah harga pasar tanah, dengan selisih rata-rata 21,58?n potensi
PBB-P2 sebesar 283,12%. Hasil revaluasi estimasi NJOP dan Peta ZNT penelitian
ini dapat dijadikan rekomendasi untuk BPKPAD Kabupaten Bantul.
Panggungharjo and Bangunharjo
Villages are located in Sewon District, northern Bantul Regency, directly
bordering Yogyakarta City. These two villages have a strategic geographical
location, connecting Bantul Regency and Yogyakarta City and are included in the
Agglomeration Area. As a result, these two villages have experienced
significant developments in land market prices. However, the Taxable Object
Sales Value (NJOP) of these two villages was last calculated in 2020, this
resulted in the Taxable Object Sales Value (NJOP) being inappropriate
(undervalued) with current land market conditions. Whereas according to Law
Number 1 of 2022, NJOP must be renewed at least once every 3 years. Based on
these problems, this research is necessary, namely by assessing the (current)
land market price using a mass appraisal that produces an estimated revaluation
output of the Taxable Object Sales Value (NJOP) and Land Value Zone Map (ZNT),
calculating the NJOP increase rate and calculating the potential for PBB-P2.
The analysis produced 17 zones, the zone has the lowest Average Indicative
Value (NIR) of Rp651,000.00 with a new NJOP of Rp702,000.00 (Class 68) and the
highest Average Indicative Value (NIR) of Rp7,710,000.00 with a new NJOP of
Rp7,455,000.00 (Class 42). This study shows that the NJOP of Land in
Panggungharjo Village and Bangunharjo Village is still below the land market
price, with an average difference of 21.58% and a potential PBB-P2 of 283.12%.
The results of the revaluation of the NJOP estimate and the ZNT Map of this
study can be used as recommendations for BPKPAD Bantul Regency.
Kata Kunci : Penilaian Massal, Nilai Jual Objek Pajak, Zona Nilai Tanah