Laporkan Masalah

Kebijakan Pretensius: Telaah Desain kebijakan 'Program Kampung Iklim'

OLIFIA RAHMA MARETHA, Prof. Purwo Santoso, M.A.

2025 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Penelitian ini mengkaji desain kebijkan publik yang dirumuskan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), khususnya melalui Program Kampung Iklim (ProKlim). Meskipun diinisiasi oleh kementerian pusat, kebijakan ini tampil dalam wajah kampung-kampung di berbagai penjuru Indonesia, yang diposisikan sebagai aktor utama dalam menghadapi perubahan iklim. Studi ini mempertanyakan bagaimana negara, melalui KLHK, merespon wicked problem—masalah kompleks dan saling terkait seperti perubahan iklim—dengan pendekatan yang justru cenderung menyederhanakan persoalan. ProKlim menunjukkan adanya pretensi desain, di mana kampung dijadikan garda terdepan dalam mitigasi dan adaptasi iklim, padahal secara struktural lebih tepat dipandang sebagai pihak yang berdampak, bukan penyebab utama krisis. Dengan menggunakan pendekatan studi kebijakan kritis, penelitian ini menganalisis kontradiksi antara kompleksitas masalah iklim dengan logika teknokratik dan simbolik dalam perumusan kebijakan. Fokus utamanya adalah pada bagaimana otoritas negara mendesain kebijakan yang terlihat partisipatif, namum dalam praktiknya dibatasi oleh format-formalitas yang seragam, dan menjadikannya kampung sebagai alat pencitraan tanpa transformasi yang substansial. 

This study examines the design of public policy formulated by Indonesia’s Ministry of Environment and Forestry (MoEF), focusing on the Climate Village Program (Program Kampung Iklim). Although initiated by the central government, the policy presents itself through villages across the country, positioning them as the frontline actors in responding to climate change. This research questions how the state, through KLHK, addresses a wicked problem—a complex, interlinked issue like climate change—using an approach that often oversimplifies the challenge. ProKlim reflects a design pretension, where villages are placed at the forefront of mitigation and adaptation efforts, despite being structurally more akin to victims than to primary drivers of the crisis. Using a critical policy studies approach, the study analyzes the contradiction between the complexity of climate issues and the technocratic logic embedded in policy design, showing how villages serve more as tools for political image-making than as agents of substantive transformation. 

Kata Kunci : Wicked problem, perubahan iklim, desain kebijakan

  1. S1-2025-455879-abstract.pdf  
  2. S1-2025-455879-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-455879-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-455879-title.pdf