Analyzing the Impact of Geopolitical Risk on Indonesia's Banking Stability
Hafiz Dzaky Radithya, Sekar Utami Setiastuti, S.E., M.Sc., Ph.D.
2026 | Skripsi | ILMU EKONOMI
Studi ini meneliti dampak jangka pendek dan panjang risiko geopolitik (GPR) terhadap stabilitas bank menggunakan dataset 31 bank Indonesia dari kuartal pertama tahun 2018 hingga kuartal terakhir tahun 2022. Stabilitas bank dibangun melalui Analisis Komponen Utama (PCA) dari beberapa rasio profitabilitas, sedangkan risiko geopolitik diukur menggunakan indeks yang dikembangkan oleh Caldara dan Iacoviello (2022). Dengan menggunakan Metode Momen Umum Sistem (SYS-GMM) satu langkah untuk mengatasi endogenitas dan karakteristik data panel dinamis, hasil empiris mengkonfirmasi bahwa peningkatan risiko geopolitik secara signifikan mengurangi stabilitas bank baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, analisis ini menyoroti bahwa kredit macet (NPL) bertindak sebagai faktor yang kuat dan kritis yang mendestabilisasi bank, sedangkan ukuran dan usia bank terbukti secara statistik tidak signifikan selama periode pengamatan. Temuan ini menyarankan para pembuat kebijakan dan regulator keuangan untuk meningkatkan kerangka pengawasan dan menyempurnakan instrumen makroprudensial, seperti penyangga modal kontra siklikal, sekaligus menyarankan bahwa masing-masing bank harus mengintegrasikan skenario risiko geopolitik ke dalam protokol manajemen risiko internal mereka untuk menjaga keberlanjutan di tengah guncangan eksternal.
This study examines the short and long-run impacts of geopolitical risk (GPR) on bank stability using a dataset of 31 Indonesian banks from the first quarter of 2018 to the last quarter of 2022. Bank stability is constructed via Principal Component Analysis (PCA) of several profitability ratios, while geopolitical risk is gauged using the index developed by Caldara and Iacoviello (2022). Employing a one-step System Generalized Method of Moments (SYS-GMM) to address endogeneity and dynamic panel data characteristics, the empirical results confirm that heightened geopolitical risk significantly reduces bank stability in both the short and long run. Additionally, the analysis highlights that non-performing loans (NPL) act as a robust and critical factor destabilizing banks, whereas bank size and age proved to be statistically insignificant determinants during the observed period. These findings underscore the recommendation for policymakers and financial regulators to enhance surveillance frameworks and refine macroprudential tools, such as counter-cyclical capital buffers, while suggesting that individual banks must integrate geopolitical risk scenarios into their internal risk management protocols to maintain sustainability amidst external shockwaves.
Kata Kunci : Geopolitical Risk, Bank Stability, Financial Soundness, Dynamic Panel