Analisis Rantai Pemasaran Kayu pada Pengelolaan Hutan Rakyat Sertifikasi FSC di Koperasi Wana Manunggal Lestari Kabupaten Gunungkidul
Rizqi Jalu Prasetyo, Dr. Silvi Nur Oktalina, S.Hut., M.Si.
2026 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN
Hutan rakyat di Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu
pilar utama pemasok bahan baku kayu yang dikelola secara mandiri oleh
masyarakat setempat Oleh karena itu, analisis mendalam terhadap efisiensi
rantai pemasaran pada hutan menjadi krusial untuk memastikan optimalisasi nilai
ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi, peran para
pihak yang terlibat, dan struktur rantai pemasaran kayu bersertifikasi Forest
Stewardship Council (FSC) pada hutan rakyat yang dikelola oleh Koperasi Wana
Manunggal Lestari (KWML) di Kabupaten Gunungkidul. Permasalahan utama adalah
optimalisasi nilai ekonomi bagi petani melalui identifikasi pola, peran pihak,
dan perhitungan profit margin dalam rantai pemasaran. Penelitian ini
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kasus, data primer
dikumpulkan dari petani anggota, pengurus KWML, dan industri pembeli melalui
wawancara, observasi, serta telaah dokumen. Analisis difokuskan pada pemetaan
alur distribusi dan perhitungan margin keuntungan pada setiap lembaga pemasaran
Hasil penelitian mengidentifikasi pola rantai pemasaran yang sederhana dan
efisien, yakni: Petani (Produsen kayu) ? Koperasi Wana Manunggal Lestari ?
Konsumen Akhir/Industri. Model distribusi yang ringkas ini berhasil menghilangkan
peran perantara (pengepul/makelar), yang secara signifikan berdampak pada
penurunan biaya pemasaran dan peningkatan profit margin yang diterima langsung
oleh petani anggota koperasi. Efisiensi rantai pemasaran ini berkorelasi
positif dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi petani hutan rakyat.
Community Forests in Gunungkidul Regency is a major pillar
supplying raw wood material, which is managed independently by the local
community. Consequently, an in-depth analysis of the efficiency of the
marketing chain within these community forests becomes crucial to ensure the
optimization of economic value. This research aims is to analyze the efficiency
the roles of the parties involved and structure of the Forest Stewardship
Council (FSC) certified wood marketing chain in the Community Forests managed by
the Wana Manunggal Lestari Cooperative (KWML) in Gunungkidul Regency. The
research problem is the optimization of economic value for farmers through the
identification of patterns, stakeholder roles, and the calculation of profit
margins within the marketing chain. Employing a descriptive qualitative
approach through a case study, primary data was collected from farmer members,
KWML management, and industrial buyers via interviews, observations, and
document review. The analysis focused on mapping the distribution flow and
calculating the profit margin at each marketing institution. The research
findings identified a simple and efficient marketing chain pattern, namely:
Farmers (Log Producers) ? Wana Manunggal Lestari Cooperative ? End
Consumers/Industry. This concise distribution model successfully eliminated the
role of intermediaries (collectors/brokers), which significantly impacted the
reduction of marketing costs and the increase in profit margins directly
received by the cooperative's farmer members. The efficiency of this marketing
chain is positively correlated with the improved economic welfare of the
community forest farmers.
Kata Kunci : rantai pemasaran, hutan rakyat, Koperasi Wana Manunggal Lestari, Sertifikasi FSC, profit margin, Gunungkidul