Art Space Kartika Affandi dengan Pendekatan Desain Integratif
Chantal Maheeyaridy, Prof. Dr. Ing. Ir. Eugenius Pradipto
2026 | Skripsi | ARSITEKTUR
Yogyakarta dikenal sebagai episentrum
seni rupa di Indonesia, namun masih terdapat kesenjangan antara ruang pamer
dengan ruang proses kreatif yang mendukung keberlanjutan karier seniman lokal. Ekosistem
seni rupa di Yogyakarta yang dinamis tidak lepas dari kontribusi mereka dan
keberadaan ruang-ruang komunitas. Kurangnya apresiasi seni dari masyarakat
sekitar, program kesenian yang tidak keberlanjutan, dan terbatasnya pasar untuk
para seniman menjadi faktor- faktor timbulnya stagnasi dalam perjalanan seni mereka.
Kartika Affandi, sebagai tokoh penting dalam narasi seni rupa Indonesia, secara
aktif memperjuangkan inklusivitas, pendidikan seni, dan ruang pemberdayaan. Dengan
rasa sosialnya yang kuat dan relasinya yang luas, Kartika dapat membantu
menumbuhkan semangat dalam komunitas seni di Yogyakarta.
Wadah Art Space dirancang
sebagai sebuah ruang seni multifungsi yang mengintegrasikan galeri, studio,
residensi seniman, ruang edukasi, area kolaboratif, fasilitas komersial, serta
zona sosial yang mendorong interaksi lintas disiplin. Pendekatan desain
integratif digunakan untuk menjawab kompleksitas hubungan antar fungsi,
karakter pengguna, dan potensi site. Rancangan ini diharapkan mampu
merepresentasikan seorang Kartika Affandi sebagai pelaku utamanya. Melalui
ruang ini, Kartika Affandi dapat merangkul para seniman lokal dalam perjalanan
kreatif mereka. Tidak hanya sebagai wadah ekspresi visual, tetapi juga sebagai
ruang hidup yang dipenuhi dengan program dan aktivitas yang membangkitkan
semangat berkesenian. Tempat ini diharapkan mampu menumbuhkan komunitas yang
aktif, inklusif, serta menjadi pijakan penting dalam mendukung karier dan
perjalanan hidup para seniman.
Yogyakarta is known as the epicenter
of fine arts in Indonesia, yet there remains a gap between exhibition spaces
and creative spaces that support the sustainable careers of local artists. The
city’s dynamic art ecosystem thrives largely thanks to the contributions of
these artists and the presence of community-based spaces. However, a lack of
public appreciation for the arts, unsustainable arts programming, and limited
market access for artists have led to stagnation in their artistic journeys. Kartika
Affandi, a prominent figure in the narrative of Indonesian art, actively
advocates for inclusivity, arts education, and empowerment spaces. With her
strong social awareness and extensive network, Kartika has the potential to
help reignite the creative spirit within Yogyakarta’s art community.
Art Space is envisioned as a
multifunctional arts venue that integrates a gallery, studios, artist
residencies, educational spaces, collaborative areas, commercial facilities,
and social zones that foster interdisciplinary interaction. An integrative design
approach is employed to address the complexity of spatial functions, user
characteristics, and site potential. This design aspires to reflect the spirit
and persona of Kartika Affandi as its central figure. Through this space,
Kartika Affandi is able to embrace local artists in their creative journeys. It
is not merely a space for visual expression, but a living environment filled
with programs and activities that reignite artistic passion. This space aims to
cultivate an active, inclusive community and serve as a foundation to support
the careers and life paths of artists.
Kata Kunci : Art Space, Kartika Affandi, Seni Rupa, Desain Integratif