Performativitas dalam Praktik Budaya Minum Popa: Studi Pada Kelas Atas Suku Dayak Siang di Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah
Delfiani Putri Rejeki, Dr. Realisa Darathea Masardi, S.Ant., M.HRD.
2026 | Tesis | S2 Antropologi
Ketika menelusuri hal-hal terkait praktik budaya minum popa dan alasan mengapa ia kerap disajikan dalam acara adat dan aktivitas keseharian masyarakat Dayak Siang, terdapat sejumlah kompleksitas makna yang bekerja di dalamnya. Setiap tindakan yang berkaitan dengan penggunaan popa hingga orang-orang yang terlibat di dalam praktik tersebut mengandung serangkaian nilai simbolis yang tertanam pada setiap tindakan yang dilakukan. Melalui Konsep Performativitas Judith Butler, penelitian ini berupaya untuk melihat praktik budaya minum popa tidak hanya sebagai tradisi lokal, melainkan sebagai arena performatif yang menjadi tempat di mana identitas, norma, dan relasi sosial saling berkelindan. Hal ini bertujuan untuk menyajikan gambaran dan alur yang jelas terkait bagaimana aktor sosial dari kelas atas pada Suku Dayak Siang yang menyandang status sebagai tokoh adat, tokoh masyarakat, pembuat popa generasi tua, istri dari tokoh adat maupun tokoh masyarakat, serta para penyaji popa menampilkan identitas mereka dalam praktik budaya minum popa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi yang dilakukan sepanjang bulan Mei sampai Juli 2025, pada tiga desa di wilayah Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, dengan melibatkan 10 orang anggota masyarakat Dayak Siang yang berasal dari kelompok sosial kelas atas. Adapun proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi pustaka, dan observasi partisipasi yang dilakukan dengan cara tinggal bersama dan mengikuti kegiatan harian masyarakat setempat selama periode penelitian berlangsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik budaya minum popa pada masyarakat Dayak Siang merupakan arena performativitas yang membentuk dan menegosiasikan identitas sosial budaya secara dinamis. Melalui tindakan performatif yang berulang dalam praktik budaya minum popa, aktor sosial kelas atas, mereproduksi identitas dan kepatuhan, menegaskan legitimasi sosial, serta menegosiasikan norma dan ekspektasi kolektif dalam ranah adat dan kehidupan sosial.
Kata Kunci: Performativitas, Popa, Alkohol Tradisional, Kelas Atas, Dayak Siang.
When exploring matters related to the cultural practice of drinking popa and the reasons why it is often served in traditional ceremonies and daily activities of the Dayak Siang community, there are a number of complex meanings at work. Every action related to the use of popa, as well as the people involved in the practice, contains a series of symbolic values embedded in each action performed. Through Judith Butler's concept of performativity, this study attempts to view the cultural practice of drinking popa not only as a local tradition, but also as a performative arena where identity, norms, and social relations intertwine. The aim is to present a clear picture and flow of how social actors from the upper class of the Dayak Siang tribe, who hold the status of traditional leaders, community leaders, older generation popa makers, wives of traditional leaders and community leaders, as well as popa servers, display their identities in the cultural practice of drinking popa. This research is a qualitative study with an ethnographic approach conducted from May to July 2025 in three villages in the Tanah Siang District, Murung Raya Regency, Central Kalimantan Province, involving 10 members of the Dayak Siang community from the upper social class. The data collection process was carried out through in-depth interviews, literature studies, and participatory observation by living with and participating in the daily activities of the local community during the research period. The results of this study indicate that the cultural practice of the drinking popa among the Dayak Siang community is an arena of performativity that dynamically shapes and negotiates socio-cultural identities. Through repeated performative actions in the cultural practice of drinking popa, upper class social actors reproduce identities and obedience, affirm social legitimacy, and negotiate collective norms and expectations in the realm of customs and social life.
Keywords: Performativity, Popa, Traditional Alcohol, Upper Class, Dayak Siang
Kata Kunci : Performativitas, Popa, Alkohol Tradisional, Kelas Atas, Dayak Siang