Laporkan Masalah

Peran Sekolah Lansia sebagai Bentuk Implementasi dari Konsep Lifelong Learning dalam Upaya Mengatasi Kerentanan Lansia di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta: Studi pada BKL Sekar Melati Ngropoh Condongcatur

Hafizhah Saraya Putri, Maygsi Aldian Suwandi, S.Sos., M.A.

2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Pembahasan mengenai era population ageing semakin marak digencarkan di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Saat ini, Indonesia telah memasuki era population ageing, sebuah situasi dimana struktur demografi masyarakat mengalami pergeseran sehingga lebih didominasi oleh penduduk lanjut usia. Meskipun fenomena tersebut dapat dipandang sebagai indikator pembangunan yang positif, population ageing juga berisiko menjadi sumber hadirnya berbagai permasalahan sosial jika tidak ditangani dengan baik. Untuk mencegah dampak negatif yang hadir sebagai akibat dari fenomena population ageing, pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kemudian menginisiasi sebuah program pemberdayaan lansia berbasis konsep lifelong learning atau pendidikan sepanjang hayat bernama Program Sekolah Lansia. Di lain sisi, kerentanan merupakan salah satu kondisi yang tidak dapat terelakkan seiring dengan bertambahnya usia. Untuk dapat menciptakan lansia yang mandiri, produktif, dan berdaya, diperlukan sebuah upaya untuk mengatasi kondisi kerentanan pada lansia, salah satunya melalui peranan Program Sekolah Lansia. 

Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kerentanan yang dialami lansia di Sekolah Lansia Sekar Melati Ngropoh serta bagaimana Program Sekolah Lansia dapat berkontribusi dalam menangani kerentanan tersebut. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan, observasi, wawancara mendalam atau in-depth interviews, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah sembilan orang yang terdiri dari petugas BKKBN, pengurus BKL dan Sekolah Lansia Sekar Melati Ngropoh, serta peserta Sekolah Lansia Sekar Melati Ngropoh dengan kriteria tertentu berupa representasi jenis kelamin dan tingkat pendidikan terakhir.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia di Sekolah Lansia Sekar Melati Ngropoh mengalami kerentanan pada dimensi fisik, psikologis, serta relasional atau interpersonal. Temuan dalam penelitian ini juga mengindikasikan bahwa Program Sekolah Lansia berkontribusi positif dalam mengentaskan situasi kerentanan yang dialami lansia. Meskipun kurikulum sekolah lansia pada dimensi vokasional belum diimplementasikan dalam praktik kegiatan pembelajaran, hal tersebut tidak kemudian memengaruhi jalannya kegiatan di Sekolah Lansia Sekar Melati Ngropoh, sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah mampu berjalan tanpa hambatan yang signifikan. Aspek lain seperti perbedaan latar belakang pendidikan yang dimiliki masing-masing peserta tidak kemudian memengaruhi kemampuan mereka untuk menerima materi yang diberikan. Meskipun demikian, hal tersebut kemudian menjadi catatan tersendiri karena perbedaan latar belakang pendidikan pada peserta justru berimplikasi terhadap penurunan kepercayaan diri lansia yang kemudian berpotensi menghadirkan kerentanan sosiokultural pada lansia.

The discourse about population ageing has increased in so many countries, including Indonesia. Until now, Indonesia has already entered the era of population ageing, a situation in which the demographic structure of society is shifting, leading to a greater dominance of the elderly population. While this phenomenon can be seen as a positive indicator of development, population ageing also has a risk of becoming the source of various social problems if not properly addressed. To prevent the negative impacts of the population ageing phenomenon, the government through the National Population and Family Planning Board (BKKBN) initiated an elderly empowerment program based on the concept of lifelong learning, which known as Program Sekolah Lansia. On the other hand, vulnerability is an inevitable condition alongside increasing age. To shape an independent, productive, and empowered elderly, efforts are needed to address the elderly vulnerabilities, one of which is through the role of Program Sekolah Lansia

This qualitative research aims to determine the vulnerabilities experienced by the elderly at Sekolah Lansia Sekar Melati Ngropoh and how the Program Sekolah Lansia contributes to address these vulnerabilities. The data collection methods used in this study are literature study, observation, in-depth interviews, and documentation. There are nine informants which consist of BKKBN officer, BKL and Sekolah Lansia Sekar Melati administrators, and Sekolah Lansia Sekar Melati Ngropoh participants with certain criteria such as gender representation and highest level of education. 

Results of this study imply that the elderly at Sekolah Lansia Sekar Melati Ngropoh are experiencing vulnerabilities in the physical, psychological, and relational or interpersonal dimensions. Findings also indicate that Program Sekolah Lansia contributes positively in alleviating the vulnerable situation experienced by the elderly. Although the sekolah lansia curriculum in the vocational dimension has not been implemented in the practice of learning activity, this situation does not affect the general activities in Sekolah Lansia Sekar Melati Ngropoh, concluding that the whole activities are able to functionate without significant obstacles. Other aspects such as differences in educational background of each participant did not affect their ability to absorb the materials given. However, these findings need to be separately noted since the differences in educational backgrounds among the participants have implications in the decrease in elderly’s self-confidence, which can lead to potentially presenting sociocultural vulnerability in the elderly.

Kata Kunci : Lansia, Kerentana Lansia, Sekolah Lansia, Pemberdayaan Lansia, Pembelajaran Sepanjang Hayat

  1. S1-2025-492995-abstract.pdf  
  2. S1-2025-492995-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-492995-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-492995-title.pdf