Representasi Tokoh Perempuan di Industri Kretek dalam Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala
Azra Aulya Widyani Wijayanto, Dr. Aprillia Firmonasari, S.S., M.Hum., DEA.
2026 | Tesis | S2 Linguistik
Stereotip
gender dapat melahirkan budaya patriarki dan menyebabkan ketimpangan gender
yang merugikan kaum perempuan. Sejatinya, perempuan serta laki-laki memiliki
hak, peluang, dan kesempatan yang sama di berbagai aspek kehidupan sesuai
dengan prinsip HAM yang berlaku. Melalui penggunaan bahasa yang disajikan
secara tekstual pada novel Gadis Kretek, dapat diketahui bagaimana penggambaran
tokoh perempuan mampu menjadi simbol perjuangan wanita untuk bisa berkontribusi
dalam sektor ekonomi, khususnya di industri kretek.
Penelitian
ini menggunakan pendekatan analisis wacana kritis untuk mengkaji bagaimana
bahasa yang digunakan dalam novel Gadis Kretek memiliki peran yang penting
dalam proses pembentukan makna. Kajian ini berfokus pada representasi peran
tokoh perempuan di sektor ekonomi dan keterkaitan dengan isu-isu sosial yang
mendasarinya. Data bersumber dari penanda lingual yang ditemukan dalam novel
Gadis Kretek. Setelah melewati tahap pengumpulan, data diklasifikasikan untuk
kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan teori representasi milik Hall
serta Leeuwen. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini dengan alasan
untuk menelaah bahwa sebuah novel dapat menjadi media untuk menyuarakan kritik
sosial terhadap suatu kondisi yang menimpa kaum perempuan di masa lalu.
Berdasarkan hasil analisis, tokoh perempuan digambarkan sebagai perempuan pekerja sekaligus direpresentasikan sesuai dengan kondisi fisik dan identitas sosial. Selanjutnya, penggunaan aspek inklusi yang ditemukan pada keseluruhan data penelitian bertujuan untuk menampilkan aktor sosial secara eksplisit. Penggunaan aspek inklusi juga diikuti oleh beberapa strategi turunan, seperti activation, categorization-identification-classification, serta specification. Novel ini mengangkat isu stereotip gender, patriarki, dan kesetaraan gender yang mencerminkan kondisi sosial di Indonesia sejak tahun 1940-an.
Gender
stereotypes can give rise to a patriarchal culture and cause gender inequality
that is detrimental to women. In fact, women and men have the same rights,
opportunities, and chances in various aspects of life in accordance with
applicable human rights principles. Through the use of textual language in the
novel Gadis Kretek, it can be seen how portrayal of the female characters can
become a symbol of women’s struggle to contribute to the economic sector,
particularly in the cigarette industry.
This
study uses a critical discourse analysis approach to examine how the language
used in the novel Gadis Kretek plays an important role in the process of
meaning formation. This study focuses on the representation of female
characters in the economic sector and its connection to underlying social
issues. The data is sourced from linguistic markers found in the novel Gadis
Kretek. After the collection stage, the data is classified for analysis using
Hall’s and Leeuwen’s representation theory. The author is interested in
conducting this research to examine how a novel can be a medium for voicing
social criticism of the conditions that afflicted women in the past.
Based on the results of the analysis, female characters are depicted as working women and represented according to their physical condition and social identities. Furthermore, the use of the aspect of inclusion found in the overall research data aims to explicitly display social actors. The use of the aspect of inclusion is also followed by several derivative strategies, such as activation, categorization-identification-classification, and specification. This novel raises issues of gender stereotypes, patriarchy, and gender equality that reflect social conditions in Indonesia since the 1940s.
Kata Kunci : Kata Kunci: novel, Gadis Kretek, analisis wacana kritis, representasi tokoh perempuan. / Keywords: novel, Gadis Kretek, critical discourse analysis, representation of female characters.