COVID-19 Outbreak Memorial Park di Yogyakarta - Penekanan Eksistensialisme
Amalia Khoirunnisa, Labdo Pranowo, S.T., MSc.
2026 | Skripsi | ARSITEKTUR
Pandemi COVID-19 merupakan peristiwa besar yang meninggalkan dampak luas dan mendalam dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik secara sosial, ekonomi, pendidikan, hingga psikologis. Lebih dari sekadar krisis kesehatan, pandemi juga menjadi pengalaman kolektif yang membentuk memori bersama dan menumbuhkan resiliensi masyarakat. Masyarakat Indonesia menunjukkan kemampuan beradaptasi melalui berbagai bentuk solidaritas, inovasi, dan perubahan gaya hidup. Pengalaman tersebut tidak hanya patut dikenang, tetapi juga dapat diwariskan sebagai pelajaran penting bagi generasi mendatang.
Penulisan ini bertujuan untuk merumuskan gagasan perancangan COVID-19 Outbreak Memorial Park di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai representasi spasial dari perjalanan emosional dan sosial masyarakat selama pandemi berdasarkan penekanan nilai-nilai eksistensialisme dari landasan memori kolektif dalam mencapai resiliensi. Mengusung konsep dasar memento, memorial park ini dirancang untuk menjadi ruang naratif yang menggugah ingatan, menghadirkan refleksi, serta mengolah pengalaman masa lalu menjadi kekuatan baru. Nilai-nilai eksistensialisme digunakan sebagai dasar pemikiran dalam menyusun alur ruang yang tidak hanya terbatas pada konteks pandemi, tetapi juga representasikan cara manusia bertahan dan tumbuh dari krisis dalam kehidupan sehari-hari. Desain diarahkan untuk merangkum beberapa fase yang dilalui masyarakat seperti ketidakpastian, keterpurukan, adaptasi, hingga kebangkitan dalam satu kesatuan arsitektur yang bersifat edukatif dan reflektif.
The COVID-19 pandemic is a major event that has had a widespread and profound impact on many aspects of society, including social, economic, educational, and psychological aspects. More than just a health crisis, the pandemic has also become a collective experience that has shaped shared memories and grown the resilience of society. Indonesians have demonstrated their capacity for adaptation through various forms of solidarity, innovation, and change in lifestyle. Their experiences are not only worth preserving but can also be passed on as important lessons for future generations.
This thesis aims to conceptualize COVID-19 Outbreak Memorial Park in the Special Region of Yogyakarta as a spatial representation of the emotional and social journey of society during the pandemic, based on the emphasis on existentialist values from the foundation of collective memory in achieving resilience. Carrying the basic concept of memento, this memorial park is designed to be a narrative space that evokes memories, invites reflection, and transforms past experiences into new strength. Existentialism is used as the basis for thinking in arranging the flow of space that is not only limited to the context of the pandemic but also represents how humans survive and grow from crises in everyday life. The design is aimed at summarizing several phases that society has gone through, such as uncertainty, despair, adaptation, and resilience, into a single educational and reflective architectural entity.
Kata Kunci : COVID-19, memorial park, memori kolektif, resiliensi, eksistensialisme, memento