Laporkan Masalah

Determinan Pekerja Berupah Rendah di Kabupaten Aceh Jaya: Analisis Data Sakernas 2024

Luqman Wiranata Kusuma, Yuni Andari, S.E.,M.Si.

2026 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN

Paradoks ketenagakerjaan di Kabupaten Aceh Jaya, pengangguran relatif rendah tetapi kemiskinan tetap tinggi mengisyaratkan bahwa persoalan utama berada pada kualitas pendapatan kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi determinan status upah rendah pada pekerja di Kabupaten Aceh Jaya menggunakan data Sakernas Agustus 2024. Upah rendah didefinisikan sebagai pendapatan bulanan di bawah 2/3 median upah, dengan ambang batas Rp1.333.333 per bulan, insiden upah rendah sebesar 32,80%. Analisis dilakukan menggunakan regresi logistik biner dengan variabel sektor usaha, status pekerjaan (formal/informal), jam kerja (setengah menganggur, <35 xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed>

The labour market in Aceh Jaya Regency exhibits a development paradox, open unemployment is relatively low while poverty remains high, suggesting that the core problem lies in job quality and earnings rather than job quantity. This study aims to identify the determinants of low-pay status among workers in Aceh Jaya using microdata from the August 2024 Sakernas. Low pay is defined using a relative threshold, namely monthly earnings below two-thirds of the median wage, with a cut-off of IDR 1,333,333 per month, the incidence of low pay is 32.80%. A binary logistic regression is estimated with sector of activity, employment status (formal/informal), working hours (underemployment <35 xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed>

Kata Kunci : Aceh Jaya, informalitas, jenis kelamin, pelatihan kerja, Sakernas, setengah menganggur, upah rendah.

  1. D4-2026-477592-abstract.pdf  
  2. D4-2026-477592-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-477592-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-477592-title.pdf