Laporkan Masalah

Realitas Sosial Dalam Film Pendek Loz Jogjakartoz: Kajian Sosiologi Sastra Ian Watt

Jihan Ahmad Basri, Dr. R. Bima Slamet Raharja, S.S., M.A.

2025 | Skripsi | SASTRA NUSANTARA

Penelitian ini membahas mengenai realitas sosial yang ada dalam film pendek berjudul Loz Jogjakartoz: karya Kebon Studio melalui pendekatan sosiologi sastra Ian Watt. Film berbahasa Jawa ini menyoroti sisi gelap Ypgyakarta yang jarang terekspos, seperti kriminalitas, premanisme, korupsi, dan dinamika kekuasaan lokal. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini meliputi jalan cerita dalam film pendek Loz jogjakartoz dan realitas sosial masyarakat yang tercermin dalam film tersebut.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Sumber data utama berupa cuplikaan gambar dan dialog film yang dianalisis menggunakan kerangka tiga klasifikasi Ian Watt, yaitu konteks sosial pengarang, cerminan kehidupan sosial masyarakat, dan fungsi sosial karya sastra.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Loz Jogjakartoz mempresentasikan beberapa bentuk realitas sosial yang nyata dalam kehidupan masyarakat perkotaan Yogyakarta, di antaranya kekerasan jalanan, peredaran minuman keras, praktik suap dan korupsi politik, ketimpangan sosial, serta keterlibatan organisasi masyarakat dalam kontestasi kekuasaan. Burung istimewa dalam film yang dierebutkan menjadi simbol maskulinitas, status sosial, dan alat transaksi kuasa di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari rakyat kecil, aparta, hingga pejabat.


This study aims to reveal the social realities reflected in the short film Loz Jogjakartoz produced by Kebon Studio through Ian Watt’s literary sociology approach. This Javanese-language film highlights the hidden dark side of Yogyakarta, including crime, premanism, corruption, and local power dynamics. The problems examined in this study include the narrative structure of the short film Loz Jogjakartoz and the social realities of society reflected in the film. 

The study employs a descriptive qualitative method with a sociological approach. The primary data consist of selected scenes and dialogues, which are analyzed using Ian Watt’s three key classifications: the author’s social context, the reflection of social life, and the social function of literature. 

The result shows that Loz Jogjakartoz represents various forms of real social conditions in Yogyakarta’s urban society, including street violence, the circulation of alcoholic beverages, bribery and political corruption, social inequality, and the involvement of mass organizations in power contests. The sacred bird in the film functions as a symbol of masculinity, social status, and a tool of power transactions across different social classes, ranging from ordinary citizens and law enforcement to politicians.


Kata Kunci : realitas sosial, sosiologi sastra, Ian Watt, film pendek, Loz Jogjakartoz, Yogyakarta/social reality, literary sociology, Ian Watt, short film, Loz Jogjakartoz, Yogyakarta

  1. S1-2025-481572-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481572-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481572-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481572-title.pdf  
  5. S1-2026-481572-abstract.pdf  
  6. S1-2026-481572-bibliography.pdf  
  7. S1-2026-481572-tableofcontent.pdf