Analisis Koalisi Advokasi Forum Ojol Yogyakarta Bergerak (FOYB) dalam Memperjuangkan Kebijakan Tarif dan Regulasi yang Adil bagi Pengemudi Ojek Online Menggunakan Advocacy Coalition Framework
Sholehudin Arya Herlambang, Dr. Yuli Isnadi, S.I.P., MPA.
2025 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Perkembangan
ekonomi gig berbasis platform digital telah mengubah struktur ketenagakerjaan
di sektor transportasi, khususnya pada layanan ojek online. Meskipun menawarkan
fleksibilitas kerja, sistem kemitraan yang diterapkan oleh perusahaan aplikator
justru menimbulkan berbagai kerentanan bagi pengemudi, seperti ketidakstabilan
pendapatan, lemahnya perlindungan hukum, serta ketimpangan relasi kuasa.
Kondisi ini diperparah oleh kekosongan regulasi yang secara komprehensif
mengatur status kerja dan skema tarif pengemudi ojek online di Indonesia. Dalam
situasi tersebut, pengemudi membangun berbagai bentuk solidaritas kolektif yang
berkembang menjadi koalisi advokasi, salah satunya Forum Ojol Yogyakarta
Bergerak (FOYB).
Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis advokasi FOYB dalam memperjuangkan kebijakan
tarif dan regulasi bagi pengemudi ojek online dengan menggunakan pendekatan
Advocacy Coalition Framework (ACF). Metode penelitian yang digunakan adalah
kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara
mendalam dengan pengurus dan anggota FOYB, observasi kegiatan advokasi, serta
analisis dokumen kebijakan dan arsip media. Analisis difokuskan pada
pembentukan koalisi advokasi, sistem kepercayaan (belief system), mobilisasi
sumber daya, serta pola interaksi FOYB dengan aktor-aktor lain dalam subsistem
kebijakan transportasi online.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa FOYB berfungsi sebagai koalisi advokasi yang
dibangun atas kesamaan sistem kepercayaan mengenai keadilan kerja dan
perlindungan pengemudi sebagai pekerja gig. FOYB memadukan strategi advokasi
konfrontatif dan kooperatif melalui aksi kolektif, kampanye media, serta dialog
dengan pemerintah dan legislatif. Meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya
dan ketimpangan relasi kuasa dengan perusahaan aplikator, FOYB mampu
meningkatkan visibilitas isu tarif dan regulasi dalam agenda kebijakan. Temuan
ini menegaskan relevansi ACF dalam menjelaskan dinamika advokasi pekerja gig
dan menunjukkan pentingnya peran koalisi akar rumput dalam mendorong perubahan
kebijakan yang lebih adil di sektor transportasi online.
The development of
the platform-based gig economy has transformed the structure of employment in
the transportation sector, particularly in online motorcycle taxi services.
While offering work flexibility, the partnership system implemented by platform
companies has generated various vulnerabilities for drivers, including income
instability, weak legal protection, and unequal power relations. These
conditions are further exacerbated by the absence of comprehensive regulations
governing employment status and fare schemes for online motorcycle taxi drivers
in Indonesia. In this context, drivers have built various forms of collective
solidarity that have evolved into advocacy coalitions, one of which is the
Forum Ojol Yogyakarta Bergerak (FOYB).
This study aims to
analyze FOYB’s advocacy efforts in fighting for fare policies and regulatory
protection for online motorcycle taxi drivers using the Advocacy Coalition
Framework (ACF). The research employs a qualitative method with a case study
approach. Data were collected through in-depth interviews with FOYB leaders and
members, observations of advocacy activities, and analysis of policy documents
and media archives. The analysis focuses on the formation of advocacy
coalitions, belief systems, resource mobilization, and patterns of interaction
between FOYB and other actors within the online transportation policy
subsystem.
The findings
indicate that FOYB functions as an advocacy coalition built upon a shared
belief system concerning labor justice and the protection of drivers as gig
workers. FOYB combines confrontational and cooperative advocacy strategies
through collective actions, media campaigns, and dialogues with government
institutions and legislative bodies. Despite facing limited resources and
unequal power relations with platform companies, FOYB has succeeded in
increasing the visibility of fare and regulatory issues within the policy
agenda. These findings underscore the relevance of the ACF in explaining the
dynamics of gig worker advocacy and highlight the important role of grassroots
coalitions in promoting more equitable policy changes in the online transportation
sector.
Kata Kunci : ekonomi gig, ojek online, advokasi, Advocacy Coalition Framework.